BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 10:30 WIB

Kekerasan di SPBU Cipinang: Ketegangan di Balik Pengisian BBM

Kekerasan di SPBU Cipinang: Ketegangan di Balik Pengisian BBMKekerasan di SPBU Cipinang: Ketegangan di Balik Pengisian BBM

Tiga petugas SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, diserang setelah menolak permohonan pengisian BBM jenis Pertalite yang tidak sesuai dengan prosedur. Kejadian ini mencuat pada malam hari dan menciptakan ketegangan antara petugas dan pelanggan.

Baca juga: Penjarahan Rumah Eko Patrio: Polisi Selidiki Kericuhan di Kuningan

Pelanggan yang merasa dirugikan oleh penolakan tersebut mengklaim sebagai aparat kepolisian, namun penyelidikan mengungkap bahwa identitasnya sebenarnya adalah wirausaha. Penganiayaan ini berujung pada penangkapan pelaku dan pengungkapkan fakta mengejutkan terkait kondisinya.

Kronologi Kejadian

Pada malam hari sekitar pukul 22.22 WIB, sebuah mobil datang ke SPBU untuk mengisi BBM jenis Pertalite. Petugas yang bertugas mengharuskan semua kendaraan sesi subsidi untuk menunjukkan barcode yang telah terdaftar.

Hendra, pengawas SPBU, menjelaskan situasi yang terjadi. "Ketika di-scan barcode subsidinya, memang pelat nomornya sesuai. Tapi foto kendaraan di data barcode itu berbeda dengan mobil yang datang," ujarnya. Ketegangan pun mulai meningkat saat penolakan ini berlangsung.

Meskipun petugas telah memberikan penjelasan, pelanggan tetap bersikeras meminta pengisian. Usaha petugas untuk meredakan situasi semakin sulit, dan konflik pun mengarah pada penganiayaan.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Usai Kerusuhan di Rumah Ahmad Sahroni

Identitas Pelaku dan Pengakuan

Setelah insiden penganiayaan, identitas pelaku mulai terungkap. Pria tersebut sempat mengaku sebagai oknum kepolisian, tetapi penyelidikan polisi memastikan bahwa dia adalah seorang wirausaha.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan, "Pelaku sudah diamankan dan dipastikan bukan anggota Polri." Hal ini merupakan hasil dari penyelidikan yang dilaksanakan secara menyeluruh.

Kepolisian menambahkan, "Kami memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan," menyoroti komitmen mereka dalam mengusut tuntas kasus ini.

Status Hukum Pelaku

Pelaku yang berinisial JM (31) telah menjalani tes urine dan dinyatakan positif narkoba. Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, mengungkapkan bahwa pelaku positif terhadap narkotika jenis sabu dan ganja.

Motif penganiayaan diungkap sebagai reaksi emosional atas penolakan pengisian BBM. Kombes Alfian pun mengingatkan, "Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak terverifikasi."

Insiden ini menggambarkan betapa pentingnya pengawasan dan penegakan hukum di lapangan, serta perlunya sosialisasi tentang prosedur dalam pengisian BBM.

Baca juga: Sarapan Sehat: Kunci Performansi Optimal Petinju

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kekerasan di SPBU Cipinang: Ketegangan di Balik Pengisian BBM

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!