Kamis, 23 OKTOBER 2025 • 14:01 WIB

Suzuki Kenalkan Fronx Flex Fuel Concept di Japan Mobility Show 2025

Author

Suzuki Kenalkan Fronx Flex Fuel Concept di Japan Mobility Show 2025

Suzuki Motor Corporation akan menampilkan Fronx Flex Fuel Concept di Japan Mobility Show (JMS) 2025 yang berlangsung dari 30 Oktober hingga 9 November 2025 di Tokyo Big Sight, Jepang.

Baca juga: Penjarahan Rumah Eko Patrio: Polisi Selidiki Kericuhan di Kuningan

Fronx Flex Fuel ini dirancang untuk menggunakan bahan bakar bioetanol dengan proporsi etanol yang tinggi, memungkinkan efisiensi yang lebih baik bagi pengguna.

Desain dan Teknologi Mesin Fronx Flex Fuel

Suzuki Fronx Flex Fuel mengandalkan mesin yang sebelumnya telah digunakan pada Wagon R Flex Fuel, namun dengan modifikasi untuk meningkatkan performa menggunakan bioetanol.

Modifikasi ini mencakup penyesuaian pada tangki bahan bakar, pipa-pipa bensin, pompa bensin, injektor, serta seal-seal di sejumlah bagian untuk memastikan kompatibilitas dengan bahan bakar etanol.

Selain itu, untuk meningkatkan akurasi dalam pemakaian, Suzuki juga menyematkan sensor khusus yang dapat mengukur konsentrasi etanol dalam campuran bahan bakar secara real-time.

Baca juga: Sri Mulyani: Cinta Indonesia Meski Menghadapi Penjarahan

Apa Itu Bahan Bakar Flex Fuel?

Flex fuel adalah jenis bahan bakar yang berasal dari sumber daya alam terbarukan, terutama yang berbasis pada tanaman.

Salah satu keunggulan bahan bakar ini adalah sifatnya yang dapat diolah ulang, di mana emisi CO2 yang dihasilkan dapat diserap kembali oleh tanaman untuk menghasilkan etanol.

Terdapat dua jenis etanol murni, yaitu Hydrous Ethanol dan Anhydrous Ethanol, yang masing-masing memiliki kadar etanol berbeda dan siap campur dengan BBM.

Potensi Bioetanol di Indonesia

Di Indonesia, Pertamina telah mengembangkan BBM bioetanol melalui Pertamax Green yang memiliki nilai oktan 95, yang mengandung 5 persen etanol dalam formulanya.

Penggunaan bioetanol di Indonesia merupakan langkah positif untuk mengurangi ketergantungan pada BBM fosil, serta mendukung program energi terbarukan negara.

Berbagai jenis bahan baku etanol digunakan secara global, seperti tebu di Brasil, jagung di Amerika, dan singkong di Thailand, mencerminkan potensi pengembangan di dalam negeri.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU