China telah meluncurkan inisiatif baru dengan menggunakan robot humanoid dalam operasi patroli di perbatasan dengan Vietnam.
Baca juga: Sri Mulyani: Cinta Indonesia Meski Menghadapi Penjarahan
Langkah ini menandai kemajuan signifikan dalam penerapan kecerdasan buatan dalam sistem keamanan negeri tersebut.
Inovasi Robot Humanoid di Perbatasan
Robot yang diberi nama Walker S2 ini dikembangkan oleh UBTech Robotics dan memiliki nilai kontrak sekitar 264 juta yuan (sekitar Rp 643 miliar).
Meski bertujuan membantu tugas patroli, robot ini tidak akan sepenuhnya menggantikan keberadaan petugas manusia di lapangan.
Fungsionalitasnya meliputi panduan kerumunan, inspeksi, dan dukungan logistik, memberikan kontribusi efisiensi dalam operasional di area padat lalu lintas.
Robot ini dirancang dengan kemampuan mengganti baterai secara otomatis, sehingga dapat beroperasi hampir 24 jam tanpa henti.
Relevansi dan Penggunaan di Eropa
Minat terhadap robot humanoid juga semakin meningkat di Eropa, terutama sebagai tanggapan terhadap tekanan migrasi yang semakin intens.
Baca juga: Tips Fengshui untuk Tidur yang Lebih Nyenyak di Kamar Tidur
László Palkovics, Komisaris Pemerintah Hungaria untuk Kecerdasan Buatan, menyampaikan, "Teknologi ini sekarang telah melewati fase eksperimental dan siap untuk produksi massal."
Eropa mulai mempersiapkan integrasi teknologi serupa dalam pengawasan perbatasan mereka, dengan badan penjaga perbatasan Uni Eropa, Frontex, juga mengadopsi teknologi baru.
Penggunaan robot humanoid oleh Frontex dapat membawa perubahan signifikan dalam sistem pengawasan perbatasan otomatis berbasis AI.
Tantangan dan Potensi Pengembangan
Meskipun menjanjikan efisiensi, penggunaan robot humanoid dalam pengawasan perbatasan menghadapi tantangan dari sisi teknologi dan sosial.
Keamanan dan privasi warga menjadi perhatian utama, dengan beberapa pihak menunjukkan sikap skeptis terhadap keberadaan robot-robot ini.
Ada ruang untuk pengembangan lebih lanjut dalam teknologi ini, termasuk penerapan di sektor publik yang membutuhkan pengawasan.
Seperti yang dinyatakan dalam laporan, "Robot patroli humanoid bisa menjadi langkah berikutnya dalam pergeseran bertahap Eropa menuju pengendalian perbatasan otomatis yang didukung AI."
Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan di Rapat Komisi DPR Soal Royalti Lagu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: