Moya, robot humanoid inovatif asal China, hadir dengan kemampuan meniru gerakan manusia dengan akurasi tinggi. Dengan harga sekitar Rp133 juta, Moya siap masuk ke sektor perawatan dan pendidikan.
Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Berbagai Lokasi Indah di Indonesia
Dikenal sebagai robot kecerdasan buatan biomimetik, kehadirannya diharapkan dapat menjadi solusi di berbagai industri, meskipun ada tantangan penerimaan oleh masyarakat.
Desain dan Fitur Inovatif Moya
Moya adalah produk dari perusahaan DroidUp yang diluncurkan di Shanghai. Robot ini memiliki desain yang lebih menyerupai manusia, bukan hanya secara fisik, tetapi juga dalam ekspresi dan interaksi.
Menurut laporan South China Morning Post, Moya termasuk dalam kategori embodied artificial intelligence, yang memungkinkan interaksi langsung dengan lingkungan fisik.
Robot ini mampu melakukan kontak mata, mengangguk, dan menunjukkan ekspresi wajah mikro. Desainnya bertujuan mengatasi fenomena 'Uncanny Valley', di mana manusia merasa tidak nyaman dengan objek yang mirip manusia tetapi tampak tidak sempurna.
Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan di Rapat Komisi DPR Soal Royalti Lagu
Spesifikasi dan Kemampuan Moya
Moya memiliki tinggi 1,65 meter dan berat 32 kilogram, serta suhu tubuh yang dirancang mirip dengan manusia, antara 32 hingga 36 derajat Celsius. Hal ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman saat interaksi, terutama dalam sektor kesehatan.
Kemampuan postur berjalan yang akurat hingga 92 persen menunjukkan perhatian DroidUp terhadap stabilitas dan gerakan yang natural, memungkinkan Moya beroperasi dengan nyaman di sekitar manusia.
Desain modular Moya memungkinkan penyesuaian sesuai dengan preferensi budaya atau kebutuhan spesifik, memberikan fleksibilitas pemasaran di berbagai sektor.
Tantangan Penerimaan Masyarakat dan Masa Depan Robotika
Moya ditargetkan untuk digunakan sebagai asisten di sektor kesehatan, pendidikan, dan bisnis lainnya, dengan peluncuran yang direncanakan pada akhir 2026. Dengan harga 1,2 juta Yen Jepang atau sekitar Rp133.200.000, Moya dianggap relatif kompetitif dibandingkan biaya operasional di sektor jasa.
Namun, tantangan penerimaan masyarakat menjadi kunci. Reaksi di media sosial di China menunjukkan reaksi beragam, dari kekaguman terhadap teknologi hingga ketidaknyamanan dengan makhluk menyerupai manusia.
Kehadiran Moya akan menguji sejauh mana masyarakat mau berinteraksi dengan kecerdasan buatan yang berpenampilan fisik menyerupai manusia. Dengan fokus pada empati artifisial, DroidUp berupaya menciptakan interaksi yang lebih nyaman di masa depan robotika.
Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion Tak Lekang Oleh Waktu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: