Jumat, 30 JANUARI 2026 • 17:54 WIB

Peralihan dari Tokopedia ke TikTok Shop: Apa yang Terjadi di Dunia E-Commerce?

Author

Peralihan dari Tokopedia ke TikTok Shop: Apa yang Terjadi di Dunia E-Commerce?

Aplikasi Tokopedia dilaporkan akan digantikan oleh TikTok Shop, sebuah platform e-commerce yang akan beroperasi terpisah dari TikTok. Informasi ini dikutip dari sejumlah narasumber yang menyatakan bahwa rencana tersebut telah disampaikan kepada tim terkait di Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia.

Baca juga: Kekacauan di Duren Sawit: Uya Kuya Menjadi Korban Penjarahan Setelah Video Viral

Seiring dengan kabar ini, telah terjadi juga perubahan kepemimpinan di Tokopedia, di mana Melissa Siska Juminto kini menjabat sebagai komisaris setelah sebelumnya menjadi CEO. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang dampak yang mungkin terjadi pada struktur perusahaan dan strategi pasar.

Konfirmasi Rencana Penutupan

Akun Instagram @ecommurz mengungkapkan bahwa aplikasi Tokopedia akan ditutup berdasarkan informasi yang didapat dari empat narasumber yang mengaku mengetahui rencana tersebut. CNBC Indonesia juga mendapatkan konfirmasi terkait isu ini dari narasumber yang terpercaya.

Dalam tanggapannya, juru bicara TikTok menegaskan, 'Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan.' Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun ada rencana penutupan, TikTok tetap berkomitmen terhadap pasar Indonesia.

Sementara itu, berbagai analis berpendapat bahwa pengalihan fokus ini dapat mengubah peta persaingan e-commerce di Indonesia. Sebelumnya, Tokopedia dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam sektor ini.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua Terhadap Psikologi Anak

Dampak Pengalihan Kepemimpinan

Kabar penutupan aplikasi Tokopedia ini muncul setelah perubahan struktural manajemen, khususnya penggantian Melissa Siska Juminto yang menjabat sebagai CEO menjadi komisaris. Pengubahaan kepemimpinan ini, merupakan bagian dari langkah GoTo setelah menjual 75 persen saham Tokopedia kepada ByteDance, induk perusahaan TikTok, pada Januari 2024.

Akibat dari akuisisi tersebut, telah ada sekitar 420 karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga Agustus 2025. Hal ini menunjukkan adanya dampak signifikan terhadap tenaga kerja dan operasional di Tokopedia.

Perubahan kepemimpinan dan arah baru dalam strategi bisnis ini menjadi sorotan, terutama terkait dengan bagaimana Tokopedia akan beradaptasi dengan kebijakan baru di bawah TikTok yang semakin kompetitif.

Insentif dan Pengaruh Pasar

Dalam upaya menarik lebih banyak pedagang, TikTok dilaporkan memberikan subsidi iklan hingga 30 persen bagi pedagang asal China yang berjualan di TikTok Shop. Namun, pedagang lokal Indonesia nampaknya tidak mendapatkan insentif serupa, yang dapat mempengaruhi daya saing mereka.

Selain itu, menurut laporan terbaru dari Sensor Tower, Tokopedia saat ini berada di posisi ketiga sebagai aplikasi retail dengan jumlah unduhan terbesar di Indonesia, sedangkan TikTok menduduki posisi pertama. Ini menggambarkan bagaimana TikTok telah berhasil menarik minat pengguna di negara ini.

Dengan strategi baru yang dijalankan, ada kekhawatiran bahwa pedagang lokal bisa jadi kurang kompetitif di pasar yang semakin ketat. Hal ini menjadikan perhatian pada pengembangan industri e-commerce di Indonesia menjadi lebih urgen.

Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU