Sabtu, 17 JANUARI 2026 • 10:01 WIB

Apple Alihkan Fokus AI ke Google Setelah Gagal Bersama OpenAI

Author

Apple Alihkan Fokus AI ke Google Setelah Gagal Bersama OpenAI

Apple kini tengah dalam proses mengganti penyedia teknologi kecerdasan buatan (AI) dari OpenAI ke Google, demi meningkatkan fitur AI pada produk mereka, khususnya iPhone.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Apa yang Perlu Diketahui?

Keputusan ini diambil setelah OpenAI menolak kerjasama lebih lanjut dengan Apple dan memilih untuk fokus pada pengembangan teknologi AI mereka sendiri.

Peralihan Teknologi dari OpenAI ke Google

Sebelum memutuskan untuk menggandeng Google, Apple sebelumnya telah berusaha menjalin kemitraan dengan OpenAI. Namun, OpenAI memutuskan untuk fokus pada pengembangan teknologi mereka sendiri dan tidak melanjutkan pembicaraan dengan Apple.

Keputusan OpenAI untuk tidak melanjutkan kerjasama ini diumumkan pada paruh kedua tahun 2025. Dengan langkah tersebut, Apple perlu mencari alternatif yang tepat untuk mendukung fitur AI, dan Google muncul sebagai pilihan yang dinilai paling cocok.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Cara Praktis Meningkatkan Kebugaran di Rumah

Kontrak Berbasis Cloud dengan Google

Dalam perjanjian terbaru, Apple sepakat untuk memanfaatkan model Gemini milik Google, yang dirancang khusus untuk memproses komputasi AI berskala besar. Hal ini menjadi solusi optimal terutama untuk aplikasi yang tidak dapat dijalankan secara lokal di perangkat.

Perjanjian ini berbentuk kontrak komputasi cloud senilai miliaran dolar, yang memungkinkan Apple untuk meningkatkan kemampuan AI tanpa harus berinvestasi besar dalam infrastruktur data dan server. Pendekatan ini berpotensi mempercepat inovasi serta memberi manfaat lebih cepat kepada pengguna Apple.

Strategi Bisnis Apple dan OpenAI

Kemitraan baru ini mengingatkan kembali pada hubungan sebelumnya yang terjalin ketika Google membayar Apple untuk tetap menjadi mesin pencari default di Safari. Kini, model aliran dana yang terbalik terjadi, dengan Apple yang kini membayar Google untuk memanfaatkan infrastruktur AI mereka.

Dari sisi lain, OpenAI tampaknya mengambil risiko besar dengan meninggalkan ekosistem iPhone yang memiliki jumlah pengguna aktif hingga ratusan juta. Dengan keputusan ini, OpenAI ingin menunjukkan ambisi mereka untuk menjadi pesaing kuat di industri teknologi, termasuk melibatkan mantan kepala desain Apple, Jony Ive, dalam proyek pengembangan mereka.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viral Video Joget Anggota DPR RI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU