Kamis, 15 JANUARI 2026 • 17:33 WIB

Perubahan Strategis Meta: Dari Metaverse Menuju Kecerdasan Buatan

Author

Perubahan Strategis Meta: Dari Metaverse Menuju Kecerdasan Buatan

Meta, perusahaan yang dikenal sebelumnya sebagai Facebook, baru saja mengumumkan perubahan arah dengan mengurangi fokus pada pengembangan metaverse setelah mengalami kerugian besar di divisi Reality Labs.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih

Keputusan ini diambil setelah pemutusan hubungan kerja yang memengaruhi lebih dari 1.000 karyawan, dan kini sumber daya dialokasikan untuk meningkatkan kecerdasan buatan (AI).

Pemangkasan dan Perubahan Fokus di Meta

Dalam langkah yang mengejutkan, Meta memutuskan untuk memberhentikan sejumlah pegawai di divisi Realitas Virtual (VR) dan menutup beberapa studio pengembangan.

Langkah ini diperkirakan akan berdampak pada lebih dari 10% dari divisi hardware perusahaan, yang bertanggung jawab atas produk headset VR Quest dan platform Horizon Worlds.

Menurut laporan terbaru dari CNBC, keputusan ini adalah bagian dari strategi baru CEO Mark Zuckerberg yang beralih dari proyek metaverse yang tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Zuckerberg menyatakan, 'Kami menyadari pentingnya merestrukturisasi pendekatan kami terhadap teknologi baru' dalam sebuah pernyataan resmi.

Investasi pada Kecerdasan Buatan

Seiring dengan berkurangnya fokus pada metaverse, Meta kini meningkatkan investasinya dalam kecerdasan buatan (AI), dengan menyuntikkan USD 14,3 miliar hanya dalam setahun terakhir.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Cara Praktis Meningkatkan Kebugaran di Rumah

Perusahaan ini mencari talenta terbaik di bidang AI, termasuk Alexandr Wang, pendiri Scale AI, yang kini memimpin strategi AI Meta.

Zuckerberg juga telah mengkonfirmasi bahwa Vishal Shah, yang sebelumnya memimpin divisi metaverse, kini dipindahkan untuk mengawasi produk AI.

"Kami percaya bahwa investasi dalam kecerdasan buatan akan menjadi kunci untuk pertumbuhan kami di masa depan," ungkap Zuckerberg.

Masa Depan VR dan Kemitraan Strategis

Walaupun mengurangi ambisi metaverse, Meta masih mempertahankan beberapa elemen dari VR dan berusaha menarik pengembang game dari platform lain.

Perusahaan ini berupaya menciptakan pengalaman menarik di Horizon Worlds, meskipun pengguna aktif dari platform ini tidak mencapai angka yang signifikan.

Dengan lebih dari 150 juta pengguna harian, Roblox telah menunjukkan bahwa model permainan virtual ini menarik bagi generasi muda.

"Kita bisa belajar dari perkembangan dan penerimaan platform lain untuk membangun Horizon Worlds yang lebih kuat," kata Ben Hatton, analis CCS Insight.

Terlebih lagi, aplikasi kebugaran VR, Supernatural, akan dipindahkan ke mode pemeliharaan, menandakan bahwa Meta tidak sepenuhnya meninggalkan ruang VR.

Baca juga: Sri Mulyani: Cinta Indonesia Meski Menghadapi Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU