Penggunaan powerbank di dalam mobil sering dianggap sebagai solusi praktis untuk mengisi daya ponsel selama perjalanan. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa tindakan ini berpotensi membahayakan kesehatan baterai ponsel.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Baterai lithium-ion, yang menjadi standar pada ponsel modern, sangat rentan terhadap kondisi pengisian yang tidak tepat. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk mempertimbangkan risiko dan dampak yang mungkin ditimbulkan.
Mengapa Powerbank di Mobil Berisiko?
Satu faktor utama yang meningkatkan risiko pengisian daya dengan powerbank di mobil adalah suhu ekstrem. Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat secara signifikan mempengaruhi performa baterai ponsel.
Ketika kendaraan diparkir di bawah sinar matahari, suhu di dalam kabin dapat meningkat drastis, yang berpotensi menyebabkan overheating pada ponsel dan baterai yang terhubung.
Selain itu, saat kendaraan bergerak, variabilitas tegangan dari alternator dapat menjadi faktor risiko. Jika powerbank yang digunakan tidak dilengkapi dengan proteksi yang memadai, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada baterai ponsel.
Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Penawaran Harga Menarik
Dampak Pengisian yang Tidak Tepat
Baterai lithium-ion memiliki masa pakai yang terbatas, dan pengisian yang tidak sesuai dapat mempercepat kerusakan baterai tersebut. Pengisian cepat di suhu tinggi dapat menyebabkan battery swelling atau menggelembung, yang dapat merusak performa baterai secara permanen.
Pengguna disarankan untuk selalu menggunakan powerbank berkualitas tinggi dengan sistem pengatur daya yang baik. Penyaluran daya yang tidak stabil dapat memengaruhi kesehatan baterai dan menyebabkan kerusakan serius.
Lebih jauh lagi, pemakaian powerbank secara berlebihan dapat mengakibatkan pengurasan daya ponsel lebih cepat dibandingkan pengisian daya yang dilakukan dengan metode konvensional.
Alternatif Aman untuk Mengisi Daya di Mobil
Salah satu alternatif pengisian yang lebih aman adalah menggunakan charger yang terpasang di dalam mobil. Charger ini dirancang khusus untuk menyesuaikan output dengan spesifikasi ponsel, sehingga lebih aman saat digunakan.
Apabila pengguna tetap ingin menggunakan powerbank, sebaiknya pilih produk yang memiliki sistem manajemen daya yang baik serta tanda-tanda sertifikasi yang jelas. Ini dapat membantu mengurangi risiko kerusakan pada baterai ponsel.
Pengguna juga harus selalu memeriksa suhu perangkat selama pengisian daya. Jika perangkat mulai terasa panas, sebaiknya segera hentikan proses pengisian untuk menjaga kesehatan baterai.
Baca juga: Kekacauan di Duren Sawit: Uya Kuya Menjadi Korban Penjarahan Setelah Video Viral
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: