Senin, 29 DESEMBER 2025 • 18:06 WIB

Dampak Kebiasaan Mengisi Daya Ponsel Hingga Penuh terhadap Baterai

Author

Dampak Kebiasaan Mengisi Daya Ponsel Hingga Penuh terhadap Baterai

Mengisi daya ponsel hingga 100% merupakan praktik umum di kalangan pengguna smartphone, namun ada dampak negatif yang perlu diperhatikan. Kebiasaan ini dapat mempengaruhi kesehatan baterai secara signifikan jika tidak dikelola dengan baik.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial Masyarakat

Sebagian pengguna mungkin tidak menyadari bahwa pengisian berlebih dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada baterai. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara merawat baterai agar tetap awet dan berkinerja optimal.

Dampak Mengisi Daya Berlebihan

Mengisi daya ponsel hingga 100% dapat berpotensi merusak baterai dalam jangka panjang. Menurut beberapa ahli, pengisian terus-menerus setelah baterai terisi penuh dapat memberi tekanan pada sel baterai.

Kondisi ini yang disebut sebagai 'pengisian terus-menerus' dapat menyebabkan siklus pengisian berlebih. Hal ini akan menurunkan kapasitas baterai seiring waktu, meskipun pengguna jarang mengganti ponsel.

Data menunjukkan bahwa baterai lithium-ion yang umumnya digunakan dalam smartphone sebaiknya tidak dibiarkan terisi penuh terlalu lama. Idealnya, kapasitas baterai harus dijaga dalam rentang 20% hingga 80% untuk memperpanjang umur pakainya.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan untuk Pengguna Apple

Gejala Baterai yang Terlalu Banyak Diisi

Pengguna mungkin tidak segera menyadari adanya gejala kelebihan pengisian baterai. Beberapa indikasi yang muncul antara lain baterai menjadi lebih panas dari biasanya saat digunakan atau ponsel sering restart secara tiba-tiba.

Antara lain, laporan dari pengguna menunjukkan bahwa baterai yang terus terisi penuh juga dapat mengalami penurunan performa. Pengguna melaporkan adanya pengurangan daya tahan yang membuat perangkat lebih cepat kehabisan daya.

Tidak jarang, pengguna juga melaporkan pembengkakan pada baterai. Pembengkakan ini menjadi indikasi bahwa baterai mungkin sudah mulai rusak dan meningkatkan potensi risiko kebakaran.

Cara Merawat Baterai Agar Tetap Sehat

Untuk menjaga kesehatan baterai ponsel, penting untuk tidak mengisi daya hingga 100%. Sebaiknya, cabut charger saat baterai berada pada kisaran 80% hingga 90%.

Penggunaan charger berkualitas baik juga sangat memengaruhi kesehatan baterai. Charger yang tidak sesuai spesifikasi dapat mempercepat kerusakan sel baterai.

Selain itu, pengguna harus memperhatikan suhu saat ponsel diisi daya. Paparan suhu ekstrem dapat berpengaruh buruk terhadap siklus hidup baterai.

Baca juga: Tips Fengshui untuk Tidur yang Lebih Nyenyak di Kamar Tidur

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU