Pemerintah Indonesia berencana membatasi akses media sosial untuk anak-anak berusia 13 hingga 16 tahun, memfokuskan pada risiko masing-masing platform. Rencana ini dijadwalkan akan mulai berlaku pada Maret 2026.
Baca juga: Momen-Momen Kecil yang Membawa Kebahagiaan
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa langkah ini bertujuan melindungi anak dari dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan media sosial.
Rencana Pembatasan Akses Media Sosial
Menteri Meutya Hafid menjelaskan bahwa kebijakan ini dimaksudkan untuk melindungi anak-anak dari potensi dampak buruk saat menggunakan media sosial. "Tahun depan bulan Maret sudah mulai bisa kita laksanakan melindungi anak-anak kita dengan melakukan penundaan akses akun pada anak-anak usia 13 dan 16 tahun, tergantung risiko masing-masing platform," ujarnya.
Sebagai bagian dari rencana ini, pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan aturan terkait pembatasan akses pada Maret 2025. Meski masyarakat belum merasakan dampak secara signifikan, fase transisi untuk implementasi kebijakan ini sudah berjalan.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting untuk Keuangan Anda
Sanksi bagi Platform yang Melanggar
Dalam satu tahun ke depan, pemerintah akan memberlakukan sanksi bagi platform yang tidak mematuhi aturan ini. Sanksi tersebut bisa berupa denda, sanksi administrasi, hingga pemutusan akses bagi platform yang melanggar ketentuan.
"Mengenai sanksi-sanksi ini, nanti kami akan keluarkan Permen. Semua sedang kita gondok," kata Meutya. Selain itu, pemerintah juga melakukan survei terhadap anak-anak di Jogjakarta untuk mengumpulkan feedback mengenai rencana ini.
Tindak Lanjut dari Kebijakan Terdahulu
Kebijakan pembatasan akses ini sejalan dengan langkah serupa yang diambil oleh beberapa negara lain, termasuk Malaysia dan negara-negara di Eropa, yang saat ini sedang menyusun Undang-Undang mengenai pembatasan untuk anak di bawah umur. Meutya berharap Indonesia dapat mengikuti jejak negara-negara tersebut.
Beberapa studi menunjukkan bahwa pembatasan akses media sosial dapat mendukung kesehatan mental anak dan mendorong mereka untuk berinteraksi lebih banyak secara langsung, daripada melalui media sosial.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Cara Praktis Meningkatkan Kebugaran di Rumah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: