Kenaikan harga RAM yang signifikan telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen yang berencana membeli laptop atau merakit PC baru.
Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Inovasi atau Tantangan?
Sejumlah produsen laptop kini merencanakan kenaikan harga perangkat dalam waktu dekat, menciptakan tantangan bagi para pembeli.
Kenaikan Harga RAM dan Dampaknya
Dalam beberapa bulan terakhir, harga RAM mengalami lonjakan drastis, yang berakibat pada penurunan minat konsumen untuk membeli perangkat baru. Laporan mengungkapkan bahwa lebih dari 50% penjualan motherboard PC mengalami penurunan yang signifikan.
Perusahaan seperti Lenovo telah mengeluarkan pemberitahuan kepada toko ritel mengenai kemungkinan kenaikan harga perangkat pada awal tahun depan. Hal ini menandakan bahwa konsumen harus bersiap membayar lebih untuk perangkat baru yang mereka inginkan.
Analisis menunjukkan bahwa tren ini terpengaruh oleh meningkatnya permintaan akan RAM besar untuk mendukung kemampuan AI pada perangkat. Laptop kini membutuhkan setidaknya 16GB RAM untuk performa optimal dalam menjalankan aplikasi AI terbaru.
Baca juga: Fengshui Meja Kerja: Cara Sederhana Meningkatkan Produktivitas
Reaksi Produsen Terhadap Krisis
Menanggapi krisis ini, CEO HP Enrique Lores menyatakan bahwa RAM menyumbang sekitar 15-20% dari total biaya perangkat PC. Hal ini menjadi tantangan tambahan bagi produsen yang berusaha menjaga kepuasan pelanggan di tengah kenaikan biaya material.
Sumber tidak disebutkan dari TrendForce mengungkapkan bahwa Dell juga merencanakan penyesuaian harga perangkat pada pertengahan Desember, dengan estimasi kenaikan berkisar 15-20%.
"Sama seperti perusahaan lain di industri ini, Dell mengambil kebijakan penetapan harga yang terarah, bila diperlukan, dengan tetap menjaga keberlanjutan pasokan dan komitmennya terhadap pelanggan," ujar juru bicara Dell.
Prioritas Produksi Semikonduktor
Kenaikan harga RAM juga dipicu oleh kelangkaan komponen semikonduktor, khususnya DRAM dan NAND yang digunakan untuk penyimpanan flash. Raksasa semikonduktor seperti Samsung dan SK Hynix kini lebih memprioritaskan produksi high bandwidth memory (HBM) untuk pusat data AI.
Perubahan fokus ini didorong oleh tingginya profitabilitas dari memori yang diproduksi untuk aplikasi AI, yang telah membuat produsen beralih dari produk konsumen. Micron, contohnya, telah menghentikan penjualan RAM melalui merek Crucial untuk memfokuskan pasokan pada pusat data.
Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion Tak Lekang Oleh Waktu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: