Penelitian terbaru menunjukkan bahwa manusia mungkin dapat memiliki kemampuan bioluminesensi, mirip dengan cahaya yang dipancarkan oleh kunang-kunang dan beberapa jenis ikan laut.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Cara Praktis Meningkatkan Kebugaran di Rumah
Kemampuan ini berasal dari reaksi kimia yang bisa dicapai melalui teknik rekayasa genetik yang sedang dalam pengembangan.
Pengenalan terhadap Bioluminesensi
Bioluminesensi adalah fenomena alam di mana organisme dapat memancarkan cahaya, seperti terlihat pada kunang-kunang dan beberapa ikan laut.
Proses ini terjadi akibat reaksi kimia di dalam tubuh makhluk hidup, di mana zat yang dikenal sebagai luciferin bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan cahaya.
Teknik Mengubah Gen Manusia
Peneliti kini tengah menjajaki kemungkinan penerapan teknik rekayasa genetik untuk menyisipkan gen yang menghasilkan bioluminesensi ke dalam sel manusia.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Penggunaan teknologi CRISPR memungkinkan para ilmuwan untuk melakukan pengeditan gen, dengan harapan dapat mengubah manusia agar memiliki sifat memancarkan cahaya, meskipun saat ini masih dalam tahap eksperimen.
Walaupun penelitian ini menunjukkan potensi menarik, belum ada hasil yang teruji secara klinis yang dapat membuktikan efektivitas dan keamanan metode ini.
Implikasi dan Etika
Penerapan teknologi ini menimbulkan berbagai pertanyaan etis mengenai dampaknya terhadap manusia dan masyarakat.
Beberapa ahli berpendapat bahwa penciptaan manusia bercahaya dapat menciptakan lebih banyak masalah daripada manfaat, mengingat konsekuensi yang mungkin muncul dari rekayasa genetik.
Diskusi mendalam mengenai risiko, manfaat, serta ketentuan etis terkait pengeditan gen manusia sangat penting dilakukan sebelum melanjutkan penelitian ke tahap berikutnya.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viral Video Joget Anggota DPR RI
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: