Sabtu, 15 NOVEMBER 2025 • 13:32 WIB

Kementerian Komunikasi dan Digital Ungkap Peningkatan Penipuan Digital di Indonesia

Author

Kementerian Komunikasi dan Digital Ungkap Peningkatan Penipuan Digital di Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan bahwa penipuan digital di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Penawaran Harga Menarik

Kerugian yang diakibatkan oleh scam ini telah mencapai Rp7 triliun, sementara dana yang berhasil dipulihkan hanya sekitar Rp365,5 miliar.

Tren Peningkatan Penipuan Digital

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, melaporkan bahwa sekitar 65 persen pengguna seluler menerima pesan atau panggilan scam setidaknya sekali dalam seminggu.

Statistics berdasarkan Scam Report 2024 menunjukkan bahwa masalah ini dialami sejumlah besar pengguna, baik yang melapor maupun tidak, menyebabkan turunnya kepercayaan terhadap keamanan digital.

Meningkatnya tren ini mengindikasikan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat mengenai perlindungan data pribadi dan keamanan keuangan mereka.

Dampak Ekonomi dan Upaya Pemulihan

Hingga Oktober 2025, kerugian yang dilaporkan akibat scam mencapai Rp7 triliun, dengan angka pemulihan yang sangat rendah yaitu hanya 5,4 persen dari total kerugian.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan untuk Pengguna Apple

"Artinya, setelah menjadi korban scam, probabilitas dana kembali hanya sekitar 5 persen," kata Edwin, menyoroti betapa sulitnya mengembalikan kerugian bagi para korban.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingginya jumlah korban, dengan 125.217 ribu kasus melalui Indonesia Anti-Scam Center serta jumlah rekening yang terindikasi penipuan juga tinggi, mencapai ratusan ribu.

Strategi untuk Mengatasi Penipuan Digital

Komdigi berupaya memperkuat kebijakan dan dukungan teknologi agar ekosistem digital di Indonesia semakin aman.

Kerjasama antara pemerintah, operator seluler, dan masyarakat menjadi hal yang sangat penting dalam menanggulangi masalah ini.

Edwin menyatakan bahwa pelaku scam kini banyak memanfaatkan teknik masking nomor, meniru nomor resmi untuk meningkatkan keberhasilan penipuan.

Untuk memperkuat sistem keamanan, Komdigi turut mengembangkan teknologi pengenalan wajah bagi proses registrasi kartu seluler guna menutup celah pemalsuan identitas.

Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters di Netflix

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU