Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 15:40 WIB

Satelit NISAR Resmi Beroperasi, Siap Kumpulkan Data Ilmiah

Author

Satelit NISAR Resmi Beroperasi, Siap Kumpulkan Data Ilmiah

Satelit radar pengamatan bumi terbaru dari NASA, NISAR, telah resmi mengorbit dan akan segera memasuki fase pengumpulan data ilmiah bulan ini.

Baca juga: Menciptakan Suasana Cozy di Kamar Kecil

Diluncurkan pada Juli lalu, NISAR adalah kolaborasi antara NASA dan ISRO India yang menjadi platform radar SAR dual-band paling ambisius dalam pengamatan bumi.

Kemampuan Citra Awal NISAR

Citra-citra pertama yang dirilis oleh NASA menunjukkan kemampuan NISAR dalam merekam detail dengan akurasi yang luar biasa. Salah satu contoh yang mencolok adalah visualisasi wilayah Mount Desert Island di Maine, yang memperlihatkan kontur penutup lahan secara jelas.

Di sana, perbedaan antara hutan, lahan terbuka, dan permukiman dapat diidentifikasi dengan sangat baik. Selain itu, citra dari North Dakota juga menunjukkan pola plot pertanian, sungai, dan hutan, memungkinkan deteksi perubahan bahkan dalam unit penggunaan lahan yang kecil.

Secara keseluruhan, kemampuan NISAR dalam klasifikasi penutup lahan dan deteksi perubahan adalah sebuah peningkatan signifikan dalam pengamatan geospasial. Dengan teknologi ini, ilmuwan dapat memantau kondisi Bumi dengan lebih detail dan akurat.

Baca juga: Fengshui Meja Kerja: Cara Sederhana Meningkatkan Produktivitas

Instrumen Kunci NISAR

NISAR dilengkapi dengan dua radar utama yang menjadi instrumen kunci operasionalnya. Radar L-band dari NASA beroperasi pada panjang gelombang 24 cm, yang dapat menembus kanopi hutan dan mengukur kelembapan tanah.

Selain itu, radar ini juga mampu mendeteksi gerakan permukaan dengan akurasi hingga fraksi inci. Kemampuan ini memungkinkan pengawasan proses tektonik dan vulkanik dengan presisi yang lebih tinggi dibandingkan platform satelit sebelumnya.

Di sisi lain, radar S-band dari ISRO beroperasi pada panjang gelombang 10 cm dan memiliki sensitivitas tinggi terhadap vegetasi kecil, berfungsi untuk memantau agrikultur dan ekosistem padang rumput secara efektif.

Fasilitas dan Keunggulan Operasional NISAR

Satelit ini dilengkapi dengan antenna reflektor berdiameter 12 meter, memberikan jangkauan swath 242 km. Keunggulan ini membuat NISAR sangat sesuai untuk pemetaan area yang luas dalam satu lintasan orbit.

NISAR berada pada orbit polar sun-synchronous di ketinggian 747 km dengan siklus ulang 12 hari. NASA menargetkan L-band beroperasi selama minimal tiga tahun, sedangkan ISRO menetapkan lima tahun untuk S-band.

Untuk meningkatkan akurasi geospasial, Australian Antarctic Division juga sedang memasang corner reflector di beberapa lokasi di Antarktika dan pulau-pulau sekitarnya, yang akan mendukung pengumpulan data lebih lanjut.

Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters di Netflix

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU