Jepang baru-baru ini berhasil meluncurkan pesawat kargo terbarunya, HTV-X, menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Minggu, 26 Oktober 2025.
Baca juga: Kementerian Perindustrian Ungkap Status Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Pesawat nirawak ini dirancang khusus untuk mengangkut peralatan eksperimen dan barang-barang penting guna mendukung berbagai misi luar angkasa.
Detail Peluncuran HTV-X
Roket H3 yang meluncurkan HTV-X lepas landas dari Pusat Antariksa Tanegashima, Jepang, sekitar pukul 09.00 waktu setempat.
Setelah lepas landas, roket ini melepaskan empat roket pendorong dan mesin tahap pertama, berhasil menempatkan HTV-X ke orbit sekitar 14 menit kemudian.
HTV-X dijadwalkan untuk mendekati ISS dalam waktu sekitar empat hari setelah peluncuran dan direncanakan untuk berlabuh pada hari Kamis.
Astronaut Jepang Yui Kimiya yang berada di ISS akan mengoperasikan lengan robot untuk menangkap dan membantu proses berlabuh dari pesawat kargo tersebut.
Inovasi dan Kapasitas HTV-X
HTV-X menggantikan Kounotori, pesawat yang sebelumnya digunakan untuk mengirimkan kargo ke ISS pada tahun 2020.
Baca juga: Momen-Momen Kecil yang Membawa Kebahagiaan
Pesawat baru ini memiliki kemampuan membawa kargo hingga 50 persen lebih banyak dibandingkan pendahulunya, sehingga dapat mendukung misi luar angkasa dengan lebih efisien.
Dalam pernyataannya di media sosial, Yui Kimiya menyatakan antusiasmenya mengenai kedatangan HTV-X.
"Saya akan memastikan untuk memegangnya dengan erat menggunakan lengan robot untuk memenuhi harapan semua orang!" tuturnya dalam laporan Japan Forward.
Dukungan Terhadap Proyek Eksplorasi Bulan
Pesawat HTV-X dirancang dengan fokus pada proyek eksplorasi bulan internasional, termasuk program Artemis yang ambisius.
Dengan adanya panel surya yang stabil, HTV-X mampu membawa lebih banyak bahan bakar serta berbagai barang penting untuk keperluan penelitian dan misi luar angkasa.
Kehadiran HTV-X diharapkan dapat memperkuat kerja sama internasional dalam eksplorasi luar angkasa dan lainnya.
Ini juga mendukung pengembangan teknologi yang diperlukan untuk misi-misi di masa mendatang.
Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan di Rapat Komisi DPR Soal Royalti Lagu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: