Tim peneliti dari Universitas Fudan di Shanghai berhasil menciptakan chip CMOS dua dimensi pertama yang berfungsi penuh, menandai kemajuan penting dalam teknologi. Chip ini menggabungkan material setipis atom dengan chip silikon tradisional untuk menciptakan perangkat elektronik yang lebih kecil di masa depan.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Dengan Kecerdasan Buatan
Inovasi ini muncul setelah bertahun-tahun penelitian untuk mengecilkan sirkuit pada chip silikon, yang telah mendekati batas fisiknya. Dengan memanfaatkan material 2D seperti graphene, tim peneliti menawarkan solusi baru yang efisien dan hemat energi.
Pemanfaatan Material 2D dalam Chip CMOS
Peneliti telah berupaya memperkecil ukuran sirkuit pada chip silikon, namun menemukan batasan fisik yang signifikan dalam proses tersebut. Munculnya material 2D seperti graphene sebagai alternatif memicu penelitian lebih lanjut dalam pengembangan semikonduktor.
Material 2D memiliki potensi besar, tetapi sifatnya yang rapuh dan kesulitan dalam mengintegrasikannya dengan chip konvensional tetap menjadi tantangan. Tim peneliti dari Universitas Fudan menemukan metode inovatif untuk mengatasi hambatan ini, memungkinkan penggunaan material 2D dalam pembuatan chip.
Dengan pendekatan baru ini, para peneliti mengklaim dapat menghasilkan chip lebih efisien yang diperlukan untuk berbagai aplikasi elektronik, melanjutkan tradisi inovasi di sektor teknologi di Tiongkok.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal
Teknologi ATOM2CHIP dan Proses Integrasi
Melalui pengembangan teknologi yang diberi nama ATOM2CHIP, para peneliti berhasil menempelkan material 2D secara langsung ke permukaan chip CMOS yang kasar. Proses ini juga dilengkapi dengan sistem pelindung yang menjaga stabilitas lapisan setipis atom tersebut.
Keberhasilan ini merupakan langkah penting dalam integrasi chip 2D dengan silikon yang sudah ada. Desain sirkuit yang cermat memungkinkan chip 2D berkomunikasi secara efektif, membuka jalan untuk perangkat elektronik yang lebih kompleks.
Keberhasilan teknologi ini menunjukkan potensi besar untuk chip memori yang lebih kecil dengan sistem yang lebih hemat energi, menjadi bukti nyata bahwa batasan dalam desain semikonduktor dapat dilampaui.
Potensi Chip Memori 2D dan Masa Depan Teknologi
Penelitian di Universitas Fudan tidak hanya menghasilkan prototipe laboratorium, tetapi juga chip memori 2D berkapasitas 1 Kb yang berfungsi penuh. Chip ini beroperasi pada kecepatan 5 MHz dengan waktu pemrograman dan penghapusan hanya 20 nanodetik serta konsumsinya yang rendah.
Meskipun saat ini teknologi ini masih dalam tahap awal pengembangan, peluang untuk chip yang lebih cepat dan hemat energi semakin mendekati kenyataan. Selain itu, pendekatan yang sama dapat dikembangkan untuk prosesor di masa depan, mendorong inovasi dalam desain perangkat elektronik.
Pencapaian ini tidak hanya mengubah cara kita berpikir tentang desain chip, tetapi juga berpotensi merubah industri elektronik secara keseluruhan, menginspirasi penelitian dan inovasi lebih lanjut di seluruh dunia.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: