Konsep Penyewaan Tubuh Manusia oleh AI Melalui RentAHuman.ai
Sebuah startup bernama RentAHuman.ai telah mengubah cara agen kecerdasan buatan (AI) berinteraksi dengan manusia. Dengan platform ini, individu dapat disewa untuk menjalani tugas fisik yang diperlukan oleh AI di dunia nyata.
Baca juga: Kementerian Perindustrian Ungkap Status Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Diluncurkan pada 2 Februari 2026, RentAHuman.ai menarik perhatian dengan jumlah pendaftar yang mencapai 73.000 hanya dalam dua hari setelah peluncuran. Ini menunjukkan minat yang luar biasa terhadap konsep penyewaan tubuh manusia ini.
RentAHuman.ai resmi diluncurkan pada awal 2026 dan langsung menjadi sorotan publik. Platform ini memungkinkan agen AI untuk mencari individu yang dapat melakukan aktivitas fisik yang tidak dapat dilakukan secara virtual.
Latar belakang pendaftar sangat beragam, mulai dari model OnlyFans hingga CEO startup, memberikan peluang bagi banyak orang untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Alexander Liteplo, pendiri platform, menekankan pentingnya tubuh manusia dalam operasional AI dengan mengatakan, 'robot butuh tubuh manusia.'
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Dengan Kecerdasan Buatan
Dalam waktu dua hari setelah peluncuran, total pendaftar meningkat secara drastis menjadi 73.000, meskipun laman 'cari manusia' hanya menampilkan 83 profil. Hal ini menunjukkan adanya minat yang signifikan terhadap konsep penyewaan tubuh manusia yang masih baru ini.
Setelah mendaftar, individu akan dihubungi oleh bot otonom sesuai dengan tugas yang diperlukan. AI memberikan instruksi yang harus diikuti dan meminta bukti bahwa tugas telah diselesaikan, sekaligus menyoroti pergeseran dalam cara kerja tradisional.
Liteplo berharap RentAHuman.ai bisa membentuk ekosistem kerja serabutan, mirip dengan model yang diadopsi oleh Uber. Model ini memberikan peluang bagi manusia untuk mendapatkan imbalan dari menyelesaikan tugas-tugas kecil, seperti mengambil paket atau menghadiri acara.
Website juga dirancang untuk ramah terhadap robot, memastikan interaksi yang mudah antara agen AI dan pengguna manusia. Dengan memanfaatkan model context protocol (MCP), proses penyewaan tubuh menjadi lebih sederhana dan efisien.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: