BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 18:46 WIB

Menghadapi Era AI: Otomatisasi Tugas Kantor di Ambang Pintu

Menghadapi Era AI: Otomatisasi Tugas Kantor di Ambang PintuMenghadapi Era AI: Otomatisasi Tugas Kantor di Ambang Pintu

Dalam waktu dekat, tugas sebagian besar sektor perkantoran diperkirakan akan mengalami otomatisasi melalui kecerdasan buatan (AI). CEO AI Microsoft, Mustafa Suleyman, mengungkapkan bahwa ini akan terjadi dalam 12 hingga 18 bulan mendatang.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Dengan Kecerdasan Buatan

Menurut Suleyman, kemampuan AI untuk melakukan tugas-tugas profesional dapat berdampak luas, mencakup bidang hukum dan akuntansi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap masa depan pekerjaan di sektor tersebut.

Otomatisasi AI dan Dampaknya terhadap Pekerjaan

Dalam wawancara dengan Financial Times, Suleyman menjelaskan bahwa dampak otomatisasi oleh AI bukan hanya terbatas pada satu sektor, tetapi akan mencakup berbagai profesi. 'Jadi pekerjaan kerah putih di mana Anda duduk di depan komputer, seperti pengacara, akuntan, dan manajer proyek, sebagian besar tugas tersebut akan sepenuhnya diotomatisasi oleh AI dalam 12 hingga 18 bulan ke depan,' ungkapnya.

Pernyataan ini muncul di tengah ketidakpastian yang melanda pasar tenaga kerja akibat kemajuan teknologi. Rilis agen AI baru, Claude Cowork, dari Anthropic, bahkan menimbulkan aksi jual besar-besaran di pasar saham karena investor khawatir tentang penggantian pekerjaan.

Suleyman mencatat sudah ada tanda-tanda jelas otomatisasi dalam bidang rekayasa perangkat lunak, di mana banyak insinyur menggunakan AI untuk mendukung proses pengkodean. 'Banyak insinyur software melaporkan sekarang menggunakan pengkodean berbantuan AI untuk sebagian besar produksi kode mereka,' katanya.

Baca juga: Kunto Aji Bicara Tanggung Jawab Anggota Dewan di DPR

Transisi Fungsi Pekerjaan

Ketika semakin banyak pemrogram yang beralih menggunakan alat berbasis AI, peran mereka juga mengalami transformasi. Suleyman menjelaskan bahwa pergeseran tersebut mengarah pada fungsi baru seperti debugging dan desain arsitektur, serta persiapan untuk tahapan produksi.

Walau demikian, ada kekhawatiran mengenai kualitas kode yang dihasilkan oleh AI. Beberapa studi menunjukkan bahwa AI sering kali tidak dapat menyelesaikan berbagai tugas pekerjaan yang umum, yang mengharuskan karyawan melakukan pengecekan ulang.

Suleyman menambahkan, meskipun lebih dari seperempat kode ditulis dengan bantuan AI, tidak ada jaminan bahwa penggunaan teknologi ini akan secara signifikan meningkatkan produktivitas mereka. Banyak pekerja merasa perlu memeriksa hasil kerja AI dengan cermat.

Kekhawatiran dan Prediksi Masa Depan

Prediksi dampak AI tidak hanya disuarakan oleh Suleyman. CEO Anthropic, Dario Amodei, juga memperingatkan bahwa teknologi ini dapat menghilangkan hingga setengah dari pekerjaan kerah putih tingkat pemula. CEO OpenAI, Sam Altman, menambahkan bahwa AI memiliki potensi menghancurkan kategori pekerjaan tertentu.

Dari sisi industri, penerapan AI dapat meningkatkan intensitas kerja di kalangan karyawan, yang mungkin berujung pada kelelahan mental dan dapat menurunkan kualitas kerja. Hal ini menjadi perhatian yang tidak bisa diabaikan.

Sementara itu, seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi AI, perusahaan diharapkan untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang yang dapat timbul. Meski AI menawarkan efisiensi, tantangan terkait kualitas dan dampak terhadap kesejahteraan karyawan menjadi hal yang perlu perhatian khusus.

Baca juga: Kekacauan di Duren Sawit: Uya Kuya Menjadi Korban Penjarahan Setelah Video Viral

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menghadapi Era AI: Otomatisasi Tugas Kantor di Ambang Pintu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!