YouTube Luncurkan Fitur Baru untuk Mengontrol Akses Remaja ke Video Pendek
YouTube telah meluncurkan fitur baru yang memungkinkan orang tua membatasi akses remaja ke video Shorts, dalam upaya menjaga keselamatan pengguna muda di platform.
Baca juga: Menemukan Cinta Diri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan
Fitur ini dihadirkan sebagai respons terhadap kekhawatiran orang tua terkait potensi kecanduan yang ditimbulkan oleh video pendek yang terus-menerus ditonton.
Orang tua kini dapat menetapkan batasan waktu untuk penggunaan fitur shorts, dengan opsi mulai dari dua jam hingga tidak ada waktu sama sekali. 'Misalnya, orang tua dapat mengatur batas waktu tayangan Shorts menjadi nol saat mereka ingin anak remaja mereka menggunakan YouTube untuk fokus pada pekerjaan rumah,' ungkap pihak YouTube.
Fitur ini juga menyediakan pengingat waktu tidur dan istirahat yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pengguna. YouTube menyebut bahwa pengingat otomatis telah diterapkan secara default bagi pengguna di bawah usia 18 tahun.
Dalam upaya meningkatkan kemudahan, YouTube memperkenalkan proses pendaftaran baru yang memudahkan orang tua dalam mengelola akun remaja mereka. Ini memungkinkan pengalihan yang lebih mulus antara akun anak-anak dan akun dewasa, terutama di perangkat yang digunakan bersama.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal
YouTube mengumumkan akan memperbarui panduan konten yang direkomendasikan untuk pengguna remaja, lebih mengutamakan konten yang berfokus pada 'keingintahuan dan inspirasi'.
Langkah ini bertujuan untuk memblokir video yang bisa mengarah ke konten berbahaya, seperti yang mengidealkan tipe tubuh tertentu, dalam rangka melindungi kesehatan mental remaja.
Dengan strategi ini, YouTube berharap dapat mengurangi dampak negatif yang biasanya ditimbulkan oleh konten berbahaya bagi pengguna muda di platform mereka.
YouTube bukan satu-satunya platform yang memperhatikan pentingnya kontrol orang tua. Platform lain seperti Instagram dan ChatGPT juga baru saja mengumumkan penambahan fitur serupa untuk melindungi pengguna muda.
Belum lama ini, Google, perusahaan induk YouTube, menjadi sorotan setelah aktivis keamanan anak, Melissa McKay, mengungkapkan informasi mengenai kebijakan pengawasan orang tua di platform mereka. McKay mengatakan bahwa Google memberikan opsi kepada putranya untuk menghapus pengawasan orang tua dari akun.
Menanggapi hal ini, Kate Charlet, Direktur Senior Privasi di Google, menjelaskan bahwa kebijakan terbaru mengharuskan persetujuan orang tua sebelum pengguna di bawah 13 tahun dapat menonaktifkan pengawasan. Ini diharapkan memberikan keamanan tambahan bagi pengguna muda.
Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters di Netflix
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: