BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 15 DESEMBER 2025 • 11:08 WIB

Peningkatan Ancaman Ransomware DroidLock Terhadap Pengguna Android

Peningkatan Ancaman Ransomware DroidLock Terhadap Pengguna AndroidPeningkatan Ancaman Ransomware DroidLock Terhadap Pengguna Android

Ancaman keamanan siber di kalangan pengguna perangkat Android kembali meningkat dengan munculnya ransomware baru bernama DroidLock. Dengan kemampuannya mengambil alih kontrol ponsel, DroidLock bisa menjadi alat pengawasan digital tanpa sepengetahuan korban.

Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Inovasi atau Tantangan?

Menurut laporan dari Zimperium, malware ini menyebar melalui situs phishing yang berpura-pura sebagai aplikasi resmi dari merek terkenal. Meskipun saat ini menargetkan pengguna berbahasa Spanyol, para peneliti memperingatkan bahwa penyebarannya dapat meluas ke berbagai wilayah.

Metode Operasi DroidLock

DroidLock memiliki metode penyebaran yang berbeda dari ransomware konvensional. Alih-alih mengenkripsi file, malware ini memanfaatkan overlay layar dan penyalahgunaan hak akses administrator untuk mengunci layar, membongkar PIN, dan bahkan menghapus data ponsel.

Setelah diunduh, DroidLock meminta izin Accessibility Services dan Device Administrator, memberikan akses tingkat tinggi kepada penyerang. Hal ini memudahkan pelaku untuk mengendalikan perangkat secara penuh, membuat korban sulit melakukan pemulihan.

Korban yang terinfeksi akan menerima pesan yang meminta pembayaran tebusan melalui email dalam waktu 24 jam. Jika tidak memenuhi permintaan tersebut, korban diancam dengan hilangnya data secara permanen, menandakan bahwa DroidLock berfungsi baik sebagai ransomware dan alat pemerasan digital.

Baca juga: Momen-Momen Kecil yang Membawa Kebahagiaan

Fungsi Mata-Mata dan Pencurian Data

Salah satu fungsi paling mencolok dari DroidLock adalah kemampuannya untuk merekam aktivitas layar pengguna, termasuk menangkap one-time password (OTP) yang digunakan dalam transaksi perbankan. Keberadaan malware ini sangat berbahaya, terutama bagi pengguna yang sering melakukan transaksi online.

DroidLock juga dapat mengaktifkan kamera perangkat, memungkinkan penyerang memata-matai aktivitas pengguna, membisukan panggilan, dan melakukan reset pabrik dari jarak jauh. Dengan demikian, ponsel pengguna berfungsi sebagai perangkat mata-mata bagi pelaku kejahatan siber.

Kekhawatiran ini semakin nyata bagi perusahaan yang menggunakan perangkat Android dalam kegiatan sehari-hari mereka. Perangkat terinfeksi dapat mencegat OTP korporasi atau menghapus data penting, berpotensi merugikan perusahaan secara finansial.

Langkah Pencegahan dan Keamanan Siber

Para ahli keamanan menegaskan pentingnya langkah pencegahan dalam menghadapi ancaman ini. Pengguna disarankan untuk hanya mengunduh aplikasi dari Google Play Store dan memeriksa ulasan pengembang sebelum memasang aplikasi pada perangkat mereka.

Penting juga untuk memperhatikan izin yang diminta aplikasi saat instalasi, terutama izin Accessibility Services yang memberikan kontrol luas terhadap perangkat. Menjaga sistem operasi Android agar selalu terbaru juga sangat dianjurkan untuk menghindari celah yang dapat dimanfaatkan oleh malware.

Selain itu, pengguna dianjurkan untuk berhati-hati terhadap tautan mencurigakan yang diterima melalui email atau aplikasi pesan. Menghindari pengunduhan file APK dari sumber yang tidak terpercaya dapat mengurangi risiko terinfeksi oleh DroidLock atau ransomware lainnya.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Masyarakat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peningkatan Ancaman Ransomware DroidLock Terhadap Pengguna Android

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!