Pikmin Bloom Capai Pendapatan USD 100 Juta, Kenali Pertumbuhannya!
Game augmented reality (AR) Pikmin Bloom yang dikembangkan oleh Niantic berhasil meraih pendapatan luar biasa sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun hingga tahun 2025.
Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone
Angka ini mencerminkan total pengeluaran seumur hidup para pemain baik melalui App Store maupun Google Play Store.
Kenaikan pendapatan Pikmin Bloom terlihat semakin signifikan sejak tahun 2023, dengan tahun 2025 diperkirakan menjadi tahun yang paling menguntungkan.
Menurut data dari AppMagic yang dilansir Pocket Gamer, Pikmin Bloom berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar USD 34,8 juta atau sekitar Rp 579,6 miliar pada tahun 2025.
Di tahun pertamanya, Pikmin Bloom tercatat menghasilkan USD 8,4 juta, dan angka tersebut meningkat drastis pada tahun berikutnya.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viral Video Joget Anggota DPR RI
Trend positif yang menguntungkan bagi Pikmin Bloom terus berlanjut, dengan pertumbuhan 148% yang mencolok mencapai USD 20,9 juta pada tahun 2023.
Lonjakan tersebut terus berlanjut hingga tahun 2024, di mana pendapatan game ini melonjak menjadi USD 33,4 juta, didorong oleh peluncuran Pikmin 4 di Nintendo Switch.
Peluncuran game konsol tersebut diprediksi meningkatkan minat pengguna terhadap versi mobile, sehingga memperkuat basis pemain dan jumlah pemasangan bulanan.
Pikmin Bloom, yang pertama kali dirilis pada 2021, menawarkan pengalaman permainan yang lebih sederhana dibandingkan dengan game berburu Pokemon.
Pemain hanya perlu berjalan untuk menumbuhkan bunga-bunga di sepanjang jalan dan mengumpulkan Pikmin, yang merupakan karakter lucu dalam permainan.
Game ini juga memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR), sehingga pemain dapat melihat Pikmin seolah-olah berada di dunia nyata dengan mengarahkan kamera.
Baca juga: Berbagai Makanan Sehari-hari Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: