BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 15:30 WIB

Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk Mendukung Penyandang Disabilitas di Indonesia

Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk Mendukung Penyandang Disabilitas di IndonesiaPemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk Mendukung Penyandang Disabilitas di Indonesia

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (AI) untuk mendukung aktivitas penyandang disabilitas melalui riset dan inovasi mutakhir.

Baca juga: Kementerian Perindustrian Ungkap Status Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Ini terungkap dalam webinar yang diselenggarakan oleh Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber (PR KAKS) pada 8 Oktober 2025.

Peran Kecerdasan Artifisial dalam Mobilitas Disabilitas

Kecerdasan Artifisial telah terbukti bermanfaat dalam meningkatkan aksesibilitas komunikasi bagi penyandang disabilitas. Teknologi Speech Recognition, yang memungkinkan interaksi lebih mudah dengan perangkat digital, menjadi fokus utama BRIN.

Hilman Ferdinandus Pardede, Peneliti Ahli Utama di PR KAKS, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi pengenalan suara semakin akurat berkat kemajuan dalam kecerdasan artifisial dan machine learning. Meski menjanjikan, tantangan seperti variasi aksen dan kondisi lingkungan bising tetap menjadi perhatian.

Baca juga: Merevolusi Perawatan Keguguran dengan Kecerdasan Buatan

Ia menekankan pentingnya terus mengembangkan teknologi ini agar inklusif dan adaptif. Dengan demikian, inovasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas di Indonesia.

Inovasi Facial Expression Recognition

Perekayasa Ahli Madya PR KAKS BRIN, Gembong Satrio Wibowanto, mengungkapkan inovasi penting dalam teknologi facial expression recognition (FER). Teknologi ini dirancang untuk membantu penyandang disabilitas memahami dan merespon ekspresi wajah, mendukung komunikasi nonverbal.

Gembong menjelaskan bahwa teknologi ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang seperti pendidikan inklusif dan terapi. Dengan membantu sistem digital mengenali emosi melalui ekspresi wajah, hal ini diharapkan dapat meningkatkan interaksi sosial.

Namun, tantangan teknis seperti variasi ekspresi antar-individu dan keterbatasan dataset representatif harus diatasi. Gembong juga menegaskan pentingnya menjaga privasi dan etika dalam penggunaan data wajah agar teknologi tersebut memberikan manfaat sosial yang luas.

Baca juga: Aksi Pria Berkostum Ojol di Atas Kereta KRL Cikini Viral di Media Sosial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk Mendukung Penyandang Disabilitas di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!