BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 11:41 WIB

Regulasi Ketat untuk Blind Box: Upaya Singapura Cegah Kecanduan Perjudian

Regulasi Ketat untuk Blind Box: Upaya Singapura Cegah Kecanduan PerjudianRegulasi Ketat untuk Blind Box: Upaya Singapura Cegah Kecanduan Perjudian

Pemerintah Singapura sedang bersiap untuk memberlakukan regulasi yang ketat terhadap penjualan blind box akibat meningkatnya kekhawatiran tentang risiko kecanduan perjudian di kalangan masyarakat.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal

Langkah ini diambil setelah evaluasi menyeluruh oleh pihak berwenang guna memitigasi risiko yang terkait dengan model bisnis barang koleksi ini.

Dampak dan Potensi Kecanduan

Blind box adalah kemasan tertutup yang berisi barang koleksi yang diberikan secara acak, mulai dari action figure hingga aksesori. Dengan elemen kejutan yang ditawarkan, konsumen tidak mengetahui isi di dalamnya, sehingga menciptakan daya tarik tersendiri namun juga membawa risiko yang mungkin tidak disadari.

Menteri Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, menjelaskan, "Kami telah mempelajari isu ini secara komprehensif dan memutuskan untuk memperkenalkan aturan baru untuk melindungi masyarakat dari risiko perjudian." Hasil dari peninjauan ini menjadi dasar untuk merumuskan regulasi tersebut.

Regulasi yang sedang disusun diharapkan dapat mengelola risiko perjudian yang seringkali tersembunyi dalam model bisnis blind box. Dengan target pasar utama adalah anak-anak dan remaja, risiko ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal bagi Pemula untuk Memulai Kebiasaan Sehat

Pertumbuhan Pasar Blind Box

Pasar blind box saat ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun. Menurut proyeksi, nilainya diperkirakan mencapai 11,38 miliar dolar AS pada 2021 dan akan meningkat hingga 24,2 miliar dolar AS pada tahun 2033.

Salah satu produk blind box yang sangat populer adalah Labubu dari Pop Mart, yang mendapat perhatian luas berkat dukungan dari anggota grup K-pop Blackpink, Lisa. Ketertarikan masyarakat terhadap barang koleksi dengan elemen kejutan semakin meningkat.

Tidak hanya anak-anak yang tertarik, tetapi kolektor dewasa juga menaruh minat besar pada merek-merek lain seperti Mofusand dari Jepang dan Sonny Angels. Hal ini menunjukkan bahwa model bisnis ini memiliki daya tarik yang luas.

Regulasi di Negara Lain dan Penyesuaian di Singapura

Negara lain, seperti China, telah lebih dahulu menerapkan regulasi ketat terkait penjualan blind box. Di China, penjualan kepada anak-anak di bawah 8 tahun dilarang sebagai upaya untuk menghindari potensi kecanduan perjudian.

Saat ini, Singapura belum memiliki undang-undang eksplisit yang mengatur mengenai blind box. Namun, rencana untuk mengaturnya melalui lisensi kelas yang dikeluarkan oleh GRA sedang dirumuskan.

Langkah ini diambil berdasarkan permintaan polisi Singapura yang pada tahun 2018 meminta operator mesin penjual hadiah misteri untuk menghentikan operasional mereka, menyatakan bahwa aktivitas tersebut merupakan bentuk lotere publik yang dilarang.

Baca juga: Tips Fengshui untuk Tidur yang Lebih Nyenyak di Kamar Tidur

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Regulasi Ketat untuk Blind Box: Upaya Singapura Cegah Kecanduan Perjudian

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!