BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 13 MARET 2026 • 11:15 WIB

Transformasi Indonesia Menuju Produsen Satelit Mandiri

Transformasi Indonesia Menuju Produsen Satelit MandiriTransformasi Indonesia Menuju Produsen Satelit Mandiri

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan pentingnya pergeseran Indonesia dari pengguna teknologi antariksa menjadi produsen satelit mandiri.

Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Inovasi atau Tantangan?

Pernyataan ini dibarengi dengan upaya untuk meningkatkan kemandirian teknologi serta posisi Indonesia di industri antariksa global.

Transformasi Industri Antariksa Indonesia

Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) di BRIN, Robertus Heru Triharjanto, menyatakan bahwa saat ini Indonesia lebih banyak berperan sebagai pengguna teknologi dari negara lain.

Menurutnya, nilai strategis terbesar terdapat pada negara produsen satelit dan penyedia layanan peluncuran.

Heru menambahkan bahwa peneliti dalam negeri telah mulai membangun kemampuan secara bertahap, meskipun mayoritas komponen satelit saat ini masih diimpor.

Ia juga mengungkapkan bahwa pengembangan komponen satelit di dalam negeri sedang dilakukan perlahan untuk mengurangi ketergantungan.

Dampak Strategis Produksi Satelit

Heru menilai bahwa kemampuan dalam memproduksi satelit secara mandiri akan memberikan dampak strategis yang signifikan bagi Indonesia.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua Terhadap Psikologi Anak

Kemajuan ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian teknologi serta mendorong pembentukan pusat keahlian dalam bidang antariksa.

Lebih jauh, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri melalui pengembangan teknologi satelit dapat membuka peluang bagi lahirnya industri satelit nasional.

Program ini diharapkan juga menjadi sarana pembelajaran bagi peneliti muda dan mahasiswa yang terlibat dalam proses desain hingga pengujian satelit.

Fondasi Teknologi Satelit Indonesia

Indonesia telah memiliki fondasi kuat dalam pengembangan teknologi satelit sejak peluncuran satelit LAPAN-A1 pada tahun 2003, yang dikembangkan dengan kerja sama Technical University Berlin.

Satelit LAPAN-A1 diluncurkan pada 10 Januari 2007 menggunakan roket PSLV-C7 milik Indian Space Research Organisation dari Indian Space Centre di Sriharikota, India.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Transformasi Indonesia Menuju Produsen Satelit Mandiri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!