BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 07 NOVEMBER 2025 • 18:04 WIB

Meneropong Kecanduan Sosial Media: Mengapa Kita Sulit Berhenti?

Meneropong Kecanduan Sosial Media: Mengapa Kita Sulit Berhenti?Meneropong Kecanduan Sosial Media: Mengapa Kita Sulit Berhenti?

Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan sosial media telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Namun, banyak orang mengalami kelelahan fisik dan mental setelah berjam-jam mengakses platform-platform tersebut.

Baca juga: Kekacauan di Duren Sawit: Uya Kuya Menjadi Korban Penjarahan Setelah Video Viral

Fenomena ini tidak terjadi tanpa alasan, melainkan dipicu oleh faktor psikologis dan sosial yang mendalam, yang menjadikan kita terus terjebak dalam dunia maya.

Ketidakpuasan yang Diciptakan oleh Sosial Media

Sosial media seringkali memunculkan gambaran kehidupan ideal yang tidak selalu mencerminkan kenyataan. Konten yang diunggah oleh teman-teman kita sering kali menampilkan momen-momen terbaik dari hidup mereka, yang dapat membangkitkan rasa ketidakpuasan di kalangan pengguna.

Ketidakpuasan ini muncul karena kita cenderung membandingkan kehidupan kita dengan standar yang ditampilkan di platform tersebut. Semakin besar rasa ketidakpuasan yang kita rasakan, semakin besar pula dorongan untuk mencari pengakuan melalui interaksi dan aktivitas di sosial media.

Baca juga: Merevolusi Perawatan Keguguran dengan Kecerdasan Buatan

Dopamin dan Kimia Otak

Penggunaan sosial media berperan dalam memengaruhi kimia otak kita secara signifikan. Ketika mendapatkan 'like' atau komentar positif, otak memproduksi dopamin, zat kimia yang memberikan perasaan bahagia dan kepuasan.

Siklus positif ini tidak hanya memperkuat keinginan untuk berinteraksi, tetapi juga menyebabkan kita untuk terus mengunggah konten meskipun dalam keadaan lelah. Akibatnya, kebiasaan ini semakin sulit dihentikan, meski kita sudah merasakan keletihan.

Faktor Sosial dan Keterhubungan

Di era digital saat ini, sosial media berfungsi sebagai sarana utama dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Ketika seseorang merasa terasing atau sendirian, sosial media menyediakan pelarian dari perasaan tersebut.

Interaksi yang dilakukan melalui platform sosial sering menimbulkan rasa kebersamaan, meskipun sering kali disertai dengan ketergantungan. Rasa ini mendorong pengguna untuk terus melakukan scrolling, bahkan ketika mereka tahu bahwa aktivitas tersebut menguras energi.

Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR RI Dirusak, Ahmad Sahroni Cerita di Balik Koleksinya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Meneropong Kecanduan Sosial Media: Mengapa Kita Sulit Berhenti?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!