BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 14:45 WIB

Refleksi Pengelolaan Sampah dalam Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional

Refleksi Pengelolaan Sampah dalam Peringatan Hari Peduli Sampah NasionalRefleksi Pengelolaan Sampah dalam Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) merupakan momen refleksi penting bagi Indonesia, terutama setelah tragedi TPA Leuwigajah yang menewaskan lebih dari 157 jiwa pada 21 Februari 2005.

Baca juga: Penjarahan Rumah Eko Patrio: Polisi Selidiki Kericuhan di Kuningan

Peringatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta mendorong tindakan konkret dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah.

Tragedi TPA Leuwigajah sebagai Peringatan

Tragedi TPA Leuwigajah pada tahun 2005 menciptakan dampak yang mendalam tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Peristiwa ini melahirkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 yang bertujuan mengatur pengelolaan sampah dengan pendekatan sistematis.

Meskipun regulasi sudah ada, banyak daerah yang gagal menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) secara efektif. Akibatnya, terjadi kesenjangan yang signifikan antara kebijakan yang ditetapkan dan pelaksanaannya di lapangan.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Usai Kerusuhan di Rumah Ahmad Sahroni

Peringatan HPSN 2026 di Tangerang Selatan

Pada peringatan HPSN 2026, berbagai komunitas dan organisasi berkumpul di Halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan. Tema yang diusung adalah ‘Cukup Tangsel yang Darurat, Indonesia Harus Segera Bebas Sampah!’ yang mengajak semua pihak untuk mempercepat solusi dalam pengelolaan sampah.

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk komunitas peduli lingkungan dan media, yang bersama-sama menyuarakan harapan untuk pengelolaan sampah yang lebih baik.

Peran Masyarakat dan Inovasi dalam Pengelolaan Sampah

Keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam mendukung pengelolaan sampah yang efektif. Hadohoan Satyalen Simaremare dari FORPASI menekankan pentingnya alokasi minimal 2 persen dari APBD untuk sektor persampahan.

Inovasi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan. Sugeng Waluyo dari Yayasan Upakara Bioenzim Nusantara memperkenalkan eco enzyme, yang berfungsi sebagai desinfektan dan membantu memperbaiki kondisi lingkungan yang tercemar.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Refleksi Pengelolaan Sampah dalam Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!