Sabtu, 22 NOVEMBER 2025 • 20:33 WIB

Industri Pariwisata Jepang di Tengah Seruan Boikot Wisata dari China

Author

Industri Pariwisata Jepang di Tengah Seruan Boikot Wisata dari China

Industri pariwisata Jepang tengah menghadapi tantangan baru akibat seruan boikot wisata dari China. Meskipun jumlah wisatawan China menurun, pelaku bisnis lokal tetap optimis dalam menghadapi kondisi ini.

Baca juga: Desta Dorong Tuntutan Rakyat kepada Prabowo di Tengah Kontroversi Pemilu

Beijing mendorong warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang, terutama setelah ketegangan politik terkait Taiwan. Namun, beberapa pengusaha tetap melihat peluang dengan pelanggan domestik.

Dampak Boikot Wisata

Seruan boikot yang diluncurkan oleh China berdampak pada beberapa pelaku bisnis pariwisata di Jepang. Shiina Ito, seorang pebisnis di industri perhiasan, mengaku bahwa pelanggan dari China di tokonya berkurang secara signifikan.

Ito menambahkan bahwa pelanggannya dari China biasanya menyumbang setengah dari total pembeli. Meskipun terjadi penurunan, ia mencatat bahwa penjualan secara keseluruhan tidak terganggu.

Dia mengungkapkan, 'Karena jumlah pelanggan Tiongkok lebih sedikit, pembeli Jepang menjadi sedikit lebih mudah untuk berkunjung, jadi penjualan kami tidak terlalu turun.'

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal bagi Pemula untuk Memulai Kebiasaan Sehat

Ketergantungan pada Wisatawan Tiongkok

Jepang memang memiliki ketergantungan yang kuat terhadap wisatawan asal China yang terkenal dengan pengeluaran tinggi. Rata-rata, pengunjung asal Tiongkok menghabiskan lebih banyak uang untuk konsumsi di berbagai sektor.

Di Ginza, seorang manajer restoran mi udon, Yuki Yamamoto, menyatakan bahwa belum ada dampak langsung yang terlihat dari pembatasan perjalanan. Meskipun begitu, ia tetap waspada akan penurunan jumlah pengunjung ke depannya.

Yamamoto menyatakan, 'Saya rasa tidak ada perubahan yang tiba-tiba dan dramatis,' menambahkan bahwa sekitar setengah dari pengunjung yang antri di restorannya adalah orang China.

Statistik Wisatawan dan Perjalanan

Data resmi menunjukkan bahwa dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, Jepang menerima hampir 7,5 juta pengunjung dari China. Angka ini tercatat sebagai seperempat dari total wisatawan mancanegara yang mengunjungi Jepang.

Meskipun ada penurunan, kunjungan ini masih memberikan kontribusi penting bagi industri pariwisata Jepang. Wisatawan asal China dilaporkan mengeluarkan dana sekitar US$3,7 miliar pada kuartal ketiga tahun ini.

Organisasi Pariwisata Nasional Jepang mencatat bahwa pengunjung Tiongkok menghabiskan rata-rata sebesar 22 persen lebih banyak daripada pengunjung dari negara lain. Namun, peningkatan jumlah wisatawan ini juga menimbulkan keprihatinan akan pariwisata berlebihan yang bisa mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat lokal.

Baca juga: Tips Fengshui untuk Tidur yang Lebih Nyenyak di Kamar Tidur

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU