Selasa, 18 NOVEMBER 2025 • 12:36 WIB

Ketegangan Jepang-China: Imbas pada Sektor Pariwisata

Author

Ketegangan Jepang-China: Imbas pada Sektor Pariwisata

Hubungan antara Jepang dan China kembali mengalami ketegangan yang berdampak pada sektor pariwisata Jepang, dengan pemerintah China mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viral Video Joget Anggota DPR RI

Pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengenai kemungkinan penggunaan kekuatan militer dalam konflik Taiwan, memicu reaksi keras dari Beijing, berimplikasi pada penurunan jumlah pelancong asal China.

Latar Belakang Ketegangan

Ketegangan antara Jepang dan China terus meningkat, terutama setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada 7 November 2025. Takaichi mengatakan bahwa kemungkinan penggunaan kekuatan militer China dalam konflik terkait Taiwan dapat dianggap sebagai ancaman bagi Jepang.

Pernyataan tersebut mengacu pada hukum keamanan Jepang yang diundangkan pada 2015, yang memperbolehkan Jepang untuk mengerahkan pasukan jika sekutunya diserang. Pemerintah China menanggapi pernyataan tersebut dengan keras, menilai bahwa itu adalah bentuk campur tangan dalam urusan internal mereka.

Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia

Dampak Terhadap Pariwisata Jepang

Peringatan perjalanan yang dikeluarkan oleh pemerintah China untuk warganya mengindikasikan penurunan tajam dalam angka kunjungan wisatawan China ke Jepang. Data dari Citi menunjukkan bahwa Jepang merupakan destinasi favorit keempat bagi wisatawan China pada Januari hingga November 2024, dengan sekitar 7 juta wisatawan.

Setelah pernyataan Takaichi, saham perusahaan-perusahaan pariwisata Jepang, seperti Isetan Mitsukoshi dan Japan Airlines, mengalami penurunan masing-masing sebesar 10,7% dan 4,4%. Hal ini mencerminkan dampak langsung ketegangan diplomatik terhadap industri pariwisata di Jepang.

Respon China dan Jepang Terhadap Ketegangan

Sebagai respons, pemerintah China mengimbau warganya untuk menunda perjalanan menuju Jepang dan meningkatkan kewaspadaan bagi pelajar China yang sedang belajar di Jepang. Ini mendorong mereka untuk tetap waspada terhadap kemungkinan keadaan yang tidak aman.

Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, meminta pemerintah China untuk mengambil langkah yang lebih proporsional terkait situasi ini. Dia juga menginformasikan bahwa pejabat tinggi Jepang dan China dijadwalkan untuk bertemu pada 18 November 2025 untuk membahas perkembangan terbaru terkait situasi yang semakin memanas.

Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan di Rapat Komisi DPR Soal Royalti Lagu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU