Senin, 03 NOVEMBER 2025 • 17:42 WIB

Peningkatan Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Indonesia Hingga September 2025

Author

Peningkatan Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Indonesia Hingga September 2025

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa hingga September 2025, total kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 11,43 juta, meningkat 10,22% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Penawaran Harga Menarik

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa sebagian besar peningkatan ini didominasi oleh wisatawan dari Malaysia, Australia, dan Singapura.

Peningkatan Kunjungan Wisatawan Asing

BPS melaporkan adanya kenaikan signifikan dalam kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari tahun sebelumnya, khususnya dari negara tetangga seperti Malaysia dan Australia.

Pudji Ismartini menjelaskan, "Kunjungan wisman paling banyak dilakukan oleh wisatawan berkebangsaan Malaysia yaitu 19,5%, kemudian diikuti Australia sebesar 11,7% dan Singapura 8,5%."

Namun, menariknya, meskipun ada peningkatan dari Malaysia dan Australia, kunjungan dari Singapura justru menunjukkan penurunan, yang menjadi sorotan dalam laporan ini.

Baca juga: Berbagai Makanan Sehari-hari Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi

Pintu Masuk Utama dan Pola Kunjungan

Data yang diperoleh BPS menunjukkan bahwa pintu masuk utama untuk kunjungan wisman adalah Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang didominasi oleh wisatawan dari Australia.

Pudji mencatat, "Terjadi penurunan jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai di mana secara bulanan ini terlihat dipicu oleh berakhirnya liburan di sejumlah negara pada waktu tersebut."

Untuk bulan September 2025, tercatat 1.219.156 kunjungan melalui pintu masuk utama dan 175.754 kunjungan melalui pintu masuk perbatasan.

Pengeluaran Wisatawan dan Pola Belanja

Rata-rata pengeluaran per kunjungan untuk triwulan II-2025 mencapai US$ 1.297,31, menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pola pengeluaran ini terakumulasi terutama untuk akomodasi sebesar 37,31%, diikuti oleh makanan dan minuman 19,40%, serta belanja dan cinderamata 10,98%.

Pudji menyatakan, "Pola pengeluaran ini relatif tidak berubah dibandingkan dengan triwulan II-2025," yang mencerminkan kestabilan dalam tren belanja wisatawan.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal bagi Pemula untuk Memulai Kebiasaan Sehat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU