BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 29 DESEMBER 2025 • 20:27 WIB

Penurunan Wisatawan di Bali: Faktor Penerbangan dan Cuaca Buruk

Penurunan Wisatawan di Bali: Faktor Penerbangan dan Cuaca BurukPenurunan Wisatawan di Bali: Faktor Penerbangan dan Cuaca Buruk

Jumlah wisatawan domestik ke Bali saat Natal dan Tahun Baru 2026 mengalami penurunan yang signifikan. Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa berkurangnya penerbangan domestik menjadi salah satu penyebab utama.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal

Koster merinci bahwa sejumlah pesawat dari Garuda Indonesia dan Citilink sedang dalam perawatan, sehingga mengurangi ketersediaan kursi penerbangan ke Pulau Dewata. Penurunan ini tercatat dari rute dan frekuensi penerbangan yang lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.

Pengurangan Penerbangan ke Bali

Gubernur Bali Wayan Koster menyoroti bahwa jumlah penerbangan domestik mengalami penurunan dari 13 menjadi 11 penerbangan di tahun ini. Rute-rute domestik juga berkurang dari 25 menjadi 23, menyebabkan kesulitan bagi wisatawan untuk mendapatkan kursi.

Koster menjelaskan bahwa perawatan pada armada maskapai besar seperti Garuda dan Citilink sangat berpengaruh. "Pesawat Garuda dan Citilink sedang maintenance," tuturnya saat meninjau Bandara I Gusti Ngurah Rai di akhir Desember 2025.

Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain

Dampak Cuaca Terhadap Pariwisata

Gubernur Koster juga menyoroti cuaca buruk sebagai faktor lain yang berkontribusi terhadap penurunan kunjungan. "Curah hujan tahun ini lebih tinggi, sehingga aktivitas wisata di luar hotel ikut menurun," ujarnya, menyatakan kondisi yang lebih sepi dibanding tahun sebelumnya.

Kondisi iklim yang kurang mendukung menyebabkan wisatawan cenderung enggan melakukan aktivitas luar ruangan. Pengurangan penerbangan dan cuaca ekstrem menjadi dua isu utama yang dihadapi sektor pariwisata Bali.

Perubahan Minat Wisatawan Domestik

Koster juga mencatat adanya pergeseran minat wisatawan domestik ke destinasi lain, terutama Pulau Jawa. "Banyak yang memilih liburan ke daerah lain, terutama di Jawa karena akses tolnya bagus," imbuhnya.

Meskipun terdapat kendala dalam penerbangan, Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap mencatat pergerakan penumpang yang cukup tinggi. Selama periode 15-27 Desember 2025, bandara tersebut melayani sekitar 885 ribu penumpang dengan rata-rata 427 pergerakan pesawat setiap harinya.

Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penurunan Wisatawan di Bali: Faktor Penerbangan dan Cuaca Buruk

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!