Faktor Penurunan Kunjungan Wisatawan Domestik ke Bali Selama Libur Akhir Tahun
Bali mencatat penurunan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan domestik pada liburan Natal dan Tahun Baru kali ini. Gubernur Bali, Wayan Koster, menjelaskan terdapat beberapa faktor penyebab di balik penurunan tersebut.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial Masyarakat
Berkurangnya penerbangan domestik, cuaca buruk, dan pergeseran minat liburan ke daerah lain disebut sebagai penyebab utama yang mempengaruhi jumlah wisatawan yang datang ke Bali.
Gubernur Koster menjelaskan bahwa penurunan jumlah penerbangan ke Bali berdampak langsung pada turis domestik. "Penurunan jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Bali disebabkan jumlah penerbangannya turun. Pesawat dari Garuda Indonesia dan Citilink sedang menjalani perawatan," ungkapnya.
Data menunjukkan bahwa penerbangan domestik ke Bali menurun dari 13 penerbangan pada 2024 menjadi hanya 11 pada 2025. Rute penerbangan juga berkurang dari 25 menjadi 23, menyebabkan banyak calon wisatawan tidak mendapatkan tiket dan batal berlibur.
Kondisi cuaca yang kurang mendukung juga diakui Koster sebagai penyebab sepinya Bali. "Curah hujan tahun ini lebih tinggi daripada tahun lalu, sehingga mengakibatkan aktivitas wisatawan di luar hotel menurun," lanjutnya.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Hujan deras yang terjadi beberapa hari sebelum liburan membuat para wisatawan lebih memilih untuk tinggal di hotel daripada menjelajahi tempat wisata. Hal ini berkontribusi pada suasana sepi yang terasa di beberapa lokasi ikonik.
Koster mencatat bahwa banyak wisatawan domestik beralih ke tempat liburan lain, terutama di Pulau Jawa. "Memang banyak yang bergeser (liburan) ke daerah lain. Karena sekarang di Jawa ada tol cepat," ujarnya.
Dengan infrastruktur jalan tol yang semakin baik, wisatawan dapat lebih mudah berpindah lokasi, yang membuat Bali kehilangan daya tariknya untuk sementara. Hal ini berimbas pada penurunan kunjungan wisatawan domestik pada saat liburan penting.
Di tengah penurunan ini, Gubernur Koster juga mencatat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara yang bersedia meramaikan Bali. "Karena daerah wisata mancanegara yang terkenal, maka yang terpenting adalah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali meningkat 700 ribu orang," ujarnya.
Data menunjukkan total kedatangan wisatawan mancanegara mencapai 6,9 juta orang pada 26 Desember 2025, lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi magnet wisata internasional meski ada penurunan kunjungan domestik.
Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion Tak Lekang Oleh Waktu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: