CEO Tesla, Elon Musk, mengkritik upaya beberapa negara untuk menciptakan reaktor fusi atau yang sering disebut sebagai matahari buatan. Ia berpendapat bahwa investasi seperti itu merupakan keputusan yang tidak tepat, dan lebih baik fokus pada pemanfaatan energi surya yang sudah tersedia.
Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Penawaran Harga Menarik
Musk menilai, proyek reaktor fusi, yang berupaya untuk mereplikasi proses energi matahari, adalah langkah 'super bodoh'. Dalam pandangannya, sumber energi dari matahari yang ada di langit jauh lebih efisien dan tidak memerlukan biaya besar.
Kritik terhadap Proyek Reaktor Fusi
Beberapa negara sedang berlomba mengembangkan reaktor fusi yang berfungsi mirip dengan matahari. Menanggapi hal ini, Musk menganggap proyek-proyek tersebut sebagai aksi yang tidak cerdas.
Ia menyatakan, "Matahari yang ada di langit itu reaktor fusi gratis dan raksasa," mengajak para peneliti untuk lebih memperhatikan potensi energi yang sudah tersedia di alam.
Kritik ini mengindikasikan bahwa Musk percaya, investasi besar pada teknologi yang belum terbukti secara komersil hanya akan membuang sumber daya.
Pernyataannya dapat dilihat sebagai dorongan bagi pemerintah dan industri untuk lebih fokus pada pengembangan alternatif energi yang sudah teruji.
Perbandingan Energi Surya dan Fusi
Di platform X, Musk membandingkan kapasitas energi dari matahari dengan energi yang dapat dihasilkan oleh planet-planet besar seperti Jupiter. Ia berargumen bahwa bahkan jika empat planet Jupiter dibakar, energi dari matahari tetap jauh lebih besar.
Baca juga: Berbagai Makanan Sehari-hari Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi
"Berhenti memboroskan uang untuk reaktor-reaktor mungil," tegas Musk, yang menilai banyak proyek sains saat ini tidak memiliki tujuan yang jelas.
Perbandingan ini menunjukkan keyakinan Musk bahwa upaya menciptakan sumber energi tiruan adalah buang-buang waktu dan tenaga manusia yang seharusnya dapat digunakan untuk hal yang lebih produktif.
Narasi ini memberikan tekanan pada realitas bahwa sumber energi terbarukan seperti matahari harus menjadi fokus utama.
Dukungan Terhadap Energi Bersih
Terlepas dari kritiknya terhadap reaktor fusi, Musk mendukung sepenuhnya inisiatif menuju energi bersih. Ia berpendapat bahwa energi matahari seharusnya menjadi prioritas karena efisiensinya serta dampak lingkungan yang lebih minimal.
Perusahaan-perusahaan seperti Commonwealth Fusion Systems (CFS) dan Nvidia pun terlibat dalam investasi teknologi fusi, meskipun pendapat Musk menantang efektivitas investasi ini.
Menurut Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), proyek fusi memiliki potensi untuk menjadi sumber energi bebas karbon yang aman, tetapi masih banyak yang harus dilakukan sebelum bisa diterima secara luas.
Kendati demikian, perdebatan tentang keefektifan energi matahari versus reaktor fusi terus berlanjut di kalangan ilmuwan dan pemerintah.
Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: