Jumat, 28 NOVEMBER 2025 • 16:19 WIB

Fenomena 'Teman Menghilang' di Kalangan Dewasa Muda

Author

Fenomena 'Teman Menghilang' di Kalangan Dewasa Muda

Fenomena 'teman menghilang' kini menjadi masalah nyata bagi banyak orang dewasa, khususnya setelah usia 25 tahun. Kesibukan dalam karier dan tanggung jawab hidup seringkali membuat hubungan pertemanan menjadi renggang.

Baca juga: Kunto Aji Bicara Tanggung Jawab Anggota Dewan di DPR

Perubahan ini menciptakan stigma bahwa seiring bertambahnya usia, akan semakin sulit untuk mempertahankan kehidupan sosial yang aktif. Penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti perubahan prioritas dan lingkungan sosial berkontribusi pada fenomena ini.

Perubahan Prioritas di Usia Dewasa

Di usia 25 tahun, banyak orang memasuki fase dewasa yang diwarnai tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan yang lebih kompleks. Dengan bertambahnya tanggung jawab, waktu untuk bersosialisasi sering menjadi terbatas.

Proses transisi kehidupan, seperti pernikahan dan memiliki anak, juga mengalihkan fokus dari pertemanan kepada keluarga. Ini menghasilkan berkurangnya interaksi dengan teman-teman yang sebelumnya dekat.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih

Dampak Lingkungan dan Budaya

Lingkungan sosial dan budaya turut mempengaruhi fenomena 'teman menghilang'. Di Indonesia, ada kecenderungan untuk memprioritaskan karier di atas hubungan sosial yang non-familial.

Banyak individu merasa bahwa kesuksesan profesional sering kali mengharuskan mereka mengorbankan waktu untuk berinteraksi dengan teman. Hal ini memperkuat pandangan bahwa kehidupan sosial yang aktif semakin sulit dicapai seiring bertambahnya usia.

Psikologis dan Sosial

Aspek psikologis memainkan peran penting dalam fenomena ini. Banyak dewasa muda mengalami kecemasan terkait pertemanan dan interaksi sosial, yang mendorong mereka untuk menarik diri dari lingkungan sosial.

Selain itu, perubahan dalam kepribadian dapat terjadi, di mana individu cenderung memilih hubungan yang lebih mendalam dengan sejumlah kecil orang ketimbang menjalin banyak pertemanan. Munculnya perbedaan nilai dan tujuan hidup per individu seiring bertambahnya usia juga mempengaruhi dinamika pertemanan.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Era Modern: Tips untuk Generasi Muda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
BERITA TERBARU