Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 12:06 WIB

Tradisi Minum Teh: Menyambungkan Budaya Jepang dan Inggris

Author

Tradisi Minum Teh: Menyambungkan Budaya Jepang dan Inggris

Budaya minum teh adalah tradisi yang kaya dan cerminan identitas berbagai negara. Di Jepang, matcha adalah simbol ketenangan, sedangkan di Inggris, afternoon tea menjadi momen berharga dalam etika sosial.

Baca juga: Kekacauan di Duren Sawit: Uya Kuya Menjadi Korban Penjarahan Setelah Video Viral

Setiap tradisi teh memiliki cara unik yang mendalam, yang tidak hanya melibatkan cita rasa tetapi juga pengalaman sosial. Dari upacara teh di Jepang hingga ritual santap di Inggris, kedua budaya ini saling melengkapi di dunia kuliner global.

Budaya Teh di Jepang: Matcha

Matcha, teh hijau bubuk asal Jepang, sangat dihargai dalam budaya Jepang. Penyajiannya sering kali melibatkan upacara yang mencerminkan kesederhanaan dan keindahan, dengan setiap langkah diperhatikan secara saksama.

Dalam upacara teh Jepang, matcha disajikan dengan kue manis berisi pasta kacang merah, yang menciptakan harmoni antara rasa pahit teh dan rasa manis kue. Upacara ini tidak hanya sekadar minum teh, tetapi juga merupakan pengalaman spiritual.

Kualitas matcha juga ditentukan oleh cara penanamannya, dengan teh yang ditumbuh di tempat teduh menjadi yang paling dihargai. Ini menciptakan rasa yang lebih kaya dan aroma yang khas.

Di Jepang, matcha bukan hanya sekadar minuman; ia telah menjadi bagian dari gastronomi modern, digunakan dalam berbagai hidangan dari es krim hingga kue.

Afternoon Tea di Inggris

Afternoon tea adalah kebiasaan yang diperkenalkan oleh Duchess of Bedford pada awal abad ke-19 dan kini menjadi tradisi budaya Inggris. Momen ini biasanya disajikan antara pukul 15.00 sampai 17.00 dengan berbagai macam makanan pendamping.

Baca juga: Sri Mulyani: Cinta Indonesia Meski Menghadapi Penjarahan

Dalam afternoon tea, scone adalah hidangan ikonik yang disajikan dengan selai dan krim. Hidangan ini, bersama dengan berbagai jenis sandwich dan pastry, menciptakan pengalaman bersantap yang elegan.

Proses penyajian afternoon tea juga mengedepankan etika, di mana tamu diharapkan mengikuti aturan tertentu terkait alat makan dan perilaku. Ini menjadikan acara tersebut lebih dari sekadar makan, tetapi juga sebuah pernyataan sosial.

Afternoon tea memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan sosial, dengan banyaknya pertemuan diadakan di hotel-hotel mewah maupun di rumah.

Perbandingan dan Relevansi Budaya Minum Teh

Baik matcha di Jepang maupun afternoon tea di Inggris mencerminkan nilai-nilai masyarakat masing-masing. Keduanya menawarkan pengalaman yang kaya, mendorong interaksi sosial dan penghargaan terhadap kualitas teh.

Dalam konteks global saat ini, budaya minum teh semakin populer di luar batasan negara asalnya. Kedua tradisi ini kini dapat ditemukan di kafe-kafe modern di seluruh dunia, menghadirkan kesenangan bagi penggemar teh.

Keterlibatan budaya teh dari dua negara ini mencerminkan daya tarik universel dari ritualisme minum teh. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan, esensi dari pengalaman berbagi teh tetap dapat ditemukan di mana saja.

Minum teh bukan hanya sekadar aktivitas; ia juga merupakan bagian dari gaya hidup yang lebih sehat dan terjaga.

Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan di Rapat Komisi DPR Soal Royalti Lagu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
BERITA TERBARU