Rabu, 02 JULI 2025 • 10:34 WIB

Sinyal Radio Aneh di Antartika: Penelitian Menyusuri Misteri Kosmik

Author

Generated by Journalist AI

tastetrip.id – NASA baru-baru ini menangkap sinyal radio misterius melalui Antena Transien Impulsif Antartika (ANITA) di bawah lapisan es Antartika. Fenomena ini menarik perhatian para ilmuwan setelah pertama kali terdeteksi antara tahun 2016 dan 2018, namun asal-usulnya masih jadi tanda tanya besar.

Sebuah studi kolaboratif internasional, melibatkan para ilmuwan dari Penn State, telah melakukan pengumpulan data selama 15 tahun untuk meneliti dan mencoba mengungkap misteri di balik sinyal aneh ini, meskipun penjelasan fisikanya masih belum jelas.

Penemuan Sinyal Aneh di Antartika

Sinyal radio tersebut terdeteksi pada sudut hampir 30 derajat di bawah permukaan es. Stephanie Wissel, seorang profesor di bidang fisika, astronomi, dan astrofisika, menegaskan bahwa asal muasal sinyal ini masih belum jelas dan studi terbaru menunjukkan bahwa ini bukan fenomena biasa.

Data menunjukkan bahwa sinyal anomali harus menempuh jarak ribuan kilometer melalui lapisan batuan padat sebelum sampai di detektor, yang seharusnya meredam gelombang radio sepenuhnya. “Ini masalah yang menarik, karena meskipun kami tidak memiliki penjelasan pasti, kami cukup yakin bahwa sinyal ini tidak mewakili neutrino,” ungkap Wissel.

Neutrino dan Tantangan Deteksinya

Neutrino adalah partikel yang sangat banyak ditemukan di alam semesta, tetapi sangat sulit untuk dipahami. Setiap detik, satu miliar neutrino dapat melintasi tubuh manusia, namun mendeteksi keberadaan mereka merupakan tantangan besar bagi komunitas ilmiah.

Setelah membandingkan data ANITA dengan observatorium neutrino lainnya, para peneliti semakin yakin bahwa sinyal yang terdeteksi tidak sesuai dengan perilaku neutrino yang telah dikenal. “Saya berteori bahwa beberapa efek dari propagasi gelombang radio terjadi di dekat es atau cakrawala. Kami telah meneliti beberapa aspek tersebut tetapi belum menemukan jawaban yang memuaskan,” jelas Wissel.

Arah Penelitian ke Depan

Dengan ANITA yang hampir beroperasi selama dua dekade, NASA dan mitranya sedang mengembangkan eksperimen balon baru bernama PUEO. Instrumen yang lebih besar dan sensitif ini diharapkan mampu mendeteksi partikel-partikel yang sulit dipahami seperti neutrino.

Wissel menyatakan optimisme bahwa dengan PUEO, mereka akan memiliki sensitivitas yang lebih baik dan berharap dapat menemukan lebih banyak anomali. “Kami optimis bahwa dengan PUEO, kami akan memiliki sensitivitas yang lebih baik. Kami akan menemukan lebih banyak anomali, dan mungkin pada akhirnya memahami apa yang sebenarnya terjadi,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU