Kamis, 07 AGUSTUS 2025 • 05:44 WIB

Kematian Pertama Akibat Wabah Guillain-Barré di Gaza

Author

tastetrip.id – Gaza baru saja mencatat kematian pertama akibat wabah sindrom Guillain-Barré (GBS), dengan total tiga korban termasuk dua anak dan seorang perempuan berusia 60 tahun.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa kondisi malnutrisi dan sanitasi yang buruk turut memperburuk situasi kesehatan masyarakat.

Lonjakan Kasus Guillain-Barré

Dalam dua bulan terakhir, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sebanyak 64 kasus infeksi GBS, angka yang sangat tinggi dibandingkan dengan hanya 4 hingga 5 kasus per tahun pada periode sebelumnya.

Ayman Abu Rahma, kepala bidang kedokteran pencegahan, menjelaskan bahwa ‘tanpa perawatan segera dalam 48 jam pertama, kesehatan pasien akan memburuk dengan cepat.’

Kekurangan imunoglobulin intravena dan obat-obatan esensial turut menyumbang pada fatalitas penyakit ini.

Hasil tes laboratorium juga menunjukkan adanya enterovirus dan virus polio dalam sampel terbaru, menandakan ancaman wabah berkelanjutan di Gaza.

Krisis Kemanusiaan di Gaza

Sekitar 95 kasus GBS terdiagnosis dalam satu hari, dengan 45 dari mereka adalah anak-anak, yang menunjukkan lonjakan yang sangat memprihatinkan.

Dokter melaporkan peningkatan kasus kelumpuhan flaksid akut, kondisi yang mirip dengan polio, terutama di kalangan balita.

Abu Rahma mencatat bahwa lonjakan ini terkait dengan infeksi atipikal yang menyebar melalui makanan dan air terkontaminasi dan penurunan sistem imun akibat kelaparan yang berkepanjangan.

Kondisi sanitasi yang buruk, malnutrisi, dan rusaknya infrastruktur semakin memperburuk situasi kesehatan di wilayah tersebut.

Kematian dan Keprihatinan Global

Sejak Oktober 2023, lebih dari 61.158 warga Palestina dilaporkan meninggal akibat konflik, dengan 193 orang meninggal karena kelaparan dan malnutrisi dalam satu bulan terakhir.

Meskipun pengiriman bantuan masih berlangsung, banyak di antaranya dijarah oleh geng bersenjata, memperburuk krisis yang ada.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa dalam waktu singkat, 87 orang tewas dan lebih dari 570 terluka saat mencari bantuan kemanusiaan.

Krisis ini memerlukan perhatian mendesak dari badan internasional untuk memberikan dukungan medis dan kemanusiaan guna menyelamatkan banyak nyawa di wilayah yang terdampak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU