Selasa, 12 AGUSTUS 2025 • 06:45 WIB

Sejarah Teks Proklamasi Kemerdekaan yang Mengejutkan

Author

tastetrip.id – Teks asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata menyimpan kisah tak terduga setelah pengetikan, naskah tersebut sempat dibuang ke tempat sampah. Kini, dokumen bersejarah ini menjadi salah satu bukti penting dari perjuangan bangsa Indonesia.

Proklamasi ini ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta dalam keadaan mendesak dan memiliki banyak cerita menarik di balik proses perumusannya. Berkat seorang wartawan, naskah yang bernilai tinggi ini berhasil diselamatkan dan disimpan dengan baik hingga kini.

Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan

Setelah penculikan Soekarno dan Hatta di Rengasdengklok, keduanya kembali ke Jakarta pada malam tanggal 16 Agustus 1945. Dalam kondisi genting, mereka memikirkan tempat yang tepat untuk merumuskan naskah Proklamasi.

Awalnya, perumusan naskah Proklamasi diusulkan dilakukan di Hotel des Indes, namun hotel tersebut tidak mengizinkan. Akhirnya, Achmad Soebardjo meminjam rumah Laksamana Tadashi Maeda yang simpatik terhadap perjuangan Indonesia.

Di rumah Maeda, proses penulisan naskah proklamasi berlangsung di ruang makan. Soekarno, Hatta, dan Soebardjo berkolaborasi, mengusulkan kalimat pertama yang terinspirasi dari Pembukaan UUD 1945 dan menambahkan kalimat terakhir yang dicari oleh Hatta.

Proses perumusan ini juga disaksikan oleh tiga tokoh muda, Sukarni, Sudiro, dan BM Diah. Pada pagi hari 17 Agustus 1945, Proklamasi dibacakan oleh Soekarno dan disetujui secara aklamasi.

Momen Naskah Asli Dibuang

Setelah naskah disetujui, Soekarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik naskah tersebut. Namun, kejadiannya sungguh mengejutkan; naskah tulisan tangan Soekarno yang berharga justru dibuang ke tempat sampah.

Andaryoko Wisnuprabu mengenang dengan detail, “Usai mengetik, Melik meremas-remaaskan naskah proklamasi yang ditulis Bung Karno. Dia berpikir kertas itu tidak diperlukan lagi dan membuangnya ke tempat sampah.”

Beruntung, Burhanuddin Mohammad Diah, seorang wartawan asal Aceh, hadir saat itu dan menyelamatkan naskah berharga ini. Ia menyimpannya selama 47 tahun sebelum akhirnya menyerahkannya kepada pemerintah.

Naskah tersebut kini tersimpan di Museum Arsip Nasional dalam kondisi baik, berkat perawatan yang sesuai dan dijaga agar tetap dapat diakses oleh generasi mendatang.

Teks Proklamasi dan Tanda Tangan Resmi

Teks proklamasi asli yang ditulis Soekarno berbunyi: ‘Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.’ dan diakhiri dengan ‘Djakarta, 17-08-05’.

Meski teks asli tersebut sangat penting, naskah ketikan Sayuti Melik yang ditandatangani Soekarno dan Hatta justru menjadi yang resmi. Ini menunjukkan bahwa proses dan dokumentasi dalam sejarah memiliki banyak aspek penting.

Sekarang, teks proklamasi ini menjadi simbol perjuangan dan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Penyimpanan yang baik di arsip nasional bertujuan untuk menghormati dan menjaga warisan berharga ini agar selalu diingat oleh generasi mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU