Jumat, 15 AGUSTUS 2025 • 03:54 WIB

Klarifikasi Umi Cinta Terkait Tuduhan Praktik Menyimpang di Bekasi

Author

tastetrip.id – Putri Yeni alias Umi Cinta, yang dikenal sebagai pimpinan kegiatan keagamaan di Perumahan Dukuh Zamrud, Kota Bekasi, memberikan klarifikasi atas tuduhan praktik menyimpang yang meresahkan masyarakat. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa tidak ada kebenaran dalam kabar yang menyebutkan bahwa ia menjanjikan masuk surga dengan membayar Rp 1 juta.

Klarifikasi ini berlangsung pada pertemuan yang dihadiri oleh berbagai pejabat, termasuk MUI Kota Bekasi, TNI-Polri, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Umi Cinta bertekad untuk meluruskan semua berita yang simpang siur terkait praktik keagamaan yang dipimpinnya.

Klarifikasi di Hadapan MUI

Klarifikasi yang disampaikan oleh Umi Cinta dimulai setelah memenuhi panggilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Kamis, 14 Agustus 2025, sekitar pukul 13.30 WIB. Pertemuan berlangsung secara tertutup dan melibatkan pejabat Kesbangpol serta unsur keamanan.

Dalam suasana yang tegang, Umi Cinta menanggapi semua tuduhan dengan tegas, mengatakan, ‘Itu tidak benar. Semua berita yang simpang siur selama ini, membayar Rp 1 juta masuk surga itu tidak benar.’

Pernyataan tersebut bertujuan untuk meredakan situasi dan menegaskan kembali bahwa informasi yang beredar di media sosial tidaklah akurat.

Bantahan Terhadap Tuduhan Lain

Selain menolak tuduhan pembelian tiket surga, Umi Cinta juga membantah bahwa ada kewajiban sedekah bagi setiap jemaah sebesar Rp 100.000. Ia dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada aturan tentang besaran infak yang ditetapkan dalam kegiatan keagamaannya.

Ia menjelaskan, ‘Kalau infak sedekah itu di kotak amal, saya enggak tahu. Ada yang ngasih Rp 5.000, Rp 2.000, itu buktinya kok saya enggak tahu.’ Ini menunjukkan bahwa semua sumbangan bersifat sukarela.

Melalui pernyataan ini, Umi Cinta berusaha untuk membuktikan bahwa tidak ada paksaan dalam kegiatan yang dipimpinnya dan semua intruksi bersifat sukarela.

Tanggapan Warga dan Dampak Sosial

Masyarakat di sekitar Perumahan Dukuh Zamrud mulai melontarkan keluhan terkait kegiatan keagamaan ini. Banyak yang merasa terganggu oleh kemacetan yang ditimbulkan oleh kendaraan jemaah yang parkir sembarangan.

Beberapa warga menunjukkan keprihatinan atas perubahan perilaku anggota keluarga mereka akibat pengaruh acara keagamaan tersebut. Pernyataan ini mencerminkan dampak sosial yang lebih luas dari kegiatan Umi Cinta di lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, konflik meningkat ketika Umi Cinta mengambil langkah hukum terhadap seorang tokoh agama akibat tuduhan pencemaran nama baik, yang kemudian berujung pada kondisi kesehatan tokoh tersebut yang menurun hingga meninggal dunia. Hal ini tentunya semakin memperburuk situasi dan meningkatkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU