Pelantikan Perdana Menteri Belanda Pertama yang Mengidentifikasi Diri sebagai Gay
Politikus sentris Rob Jetten resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Belanda pada Senin, 23 Februari, menjadi yang termuda dan perdana menteri yang mengaku gay pertama di negara tersebut.
Baca juga: Merevolusi Perawatan Keguguran dengan Kecerdasan Buatan
Pelantikan berlangsung di Huis Ten Bosch, Den Haag, di mana Raja Willem-Alexander memberikan mandat kepada Jetten untuk memimpin Belanda ke depan.
Rob Jetten, yang dikenal sebagai 'kutu buku politik', berasal dari provinsi Brabant di Belanda selatan. Sejak muda, ia telah mengungkapkan orientasi seksualnya sebagai gay, meskipun itu bukan identitas utama sepanjang karir politiknya.
Sebelum terjun ke dunia politik, Jetten bekerja di ProRail, operator jaringan kereta api Belanda. Ia terpilih menjadi anggota parlemen pada tahun 2017 dari Partai D66, dan sempat menjabat sebagai menteri iklim dalam pemerintahan Mark Rutte.
Meskipun awalnya kurang percaya diri di depan kamera, Jetten semakin dikenal dengan penampilannya yang santai, bahkan tampil di kuis 'Orang Terpintar', yang membantu menarik perhatian publik terhadap dirinya.
Baca juga: Tips Fengshui untuk Tidur yang Lebih Nyenyak di Kamar Tidur
Setelah memenangkan pemilihan umum pada Oktober lalu, Jetten menekankan keinginan untuk 'mengembalikan Belanda ke jantung Eropa.' Ia menyatakan bahwa kerja sama Eropa menjadi sangat penting untuk mempertahankan relevansi Belanda di kancah internasional.
Koalisi yang dibentuk oleh Partai D66 bersama partai berhaluan tengah kanan CDA dan partai liberal VVD berjanji untuk memberikan dukungan penuh kepada Ukraina dan menghormati komitmen anggaran NATO. Terdapat rencana untuk memangkas tunjangan sosial guna pendanaan investasi di sektor militer.
Dalam hal migrasi, koalisi ini juga menunjukkan komitmen untuk memperketat regulasi mengenai reunifikasi keluarga, menandakan kebijakan yang lebih ketat di bidang tersebut.
Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa, memberikan sambutan hangat terhadap pelantikan Jetten. Ia menyampaikan harapan untuk kerja sama yang erat dalam berbagai aspek, termasuk ekonomi dan keamanan, demi kepentingan Belanda dan seluruh kawasan Eropa.
Pelantikan Jetten diharapkan dapat menghadirkan perspektif baru dalam kepemimpinan Eropa, khususnya dalam penanganan isu-isu kritis yang berhubungan dengan kebijakan luar negeri dan masalah keamanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: