Mengenal Modus Penipuan Phishing dan Cara Pencegahannya
Modus penipuan phishing semakin marak di era digital, menargetkan individu untuk mencuri data pribadi.
Baca juga: Momen-Momen Kecil yang Membawa Kebahagiaan
Kejahatan ini dapat menimbulkan risiko signifikan, termasuk kerugian finansial bagi korban.
Salah satu ciri utama dari modus phishing adalah penggunaan akun yang menyerupai profil resmi dari suatu institusi. Masyarakat diminta untuk waspada, mengingat akun-akun ini sering kali memiliki kesalahan pengetikan, huruf yang berulang, atau username yang mencurigakan.
Melalui video yang diunggah oleh akun OJK, narator mengingatkan, 'Biasanya ada typo, huruf double atau usernamenya aneh. Pokoknya keliatan resmi sih, tapi sebenarnya abal-abal.' Hal ini menjadi salah satu tanda-tanda awal untuk mengenali potensi penipuan.
Kedua, pelaku penipuan umumnya akan mengirimkan tautan yang mencurigakan dengan dalih bahwa akun pengguna terblokir. Tujuan dari tindakan ini adalah agar korban mengklik tautan tersebut yang sebenarnya merupakan jebakan.
Sebagai langkah pencegahan, penting untuk tidak mengklik tautan tersebut. Masyarakat perlu tetap tenang dan memverifikasi informasi sebelum mengambil tindakan.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Berdasarkan informasi dari OJK, ada beberapa tindakan yang sebisa mungkin harus dihindari untuk menangkal modus phishing ini. Salah satunya adalah mengungkapkan informasi data pribadi kepada pihak manapun, karena bank tidak pernah meminta data tersebut secara langsung.
Narator dalam video tersebut menyampaikan, 'Terakhir, pesannya bikin kamu panik. Misalnya cepat verifikasi sekarang. Itu sebenarnya mereka sengaja untuk bikin kamu nggak mikir.' Hal ini menunjukkan bahwa penipuan bekerja dengan baik ketika korbannya dalam keadaan panik.
Oleh karena itu, sangat penting untuk tetap tenang dan berpikir kritis ketika menerima pesan yang terkesan mendesak. Hindari memberikan data sensitif dan verifikasi permintaan melalui saluran resmi.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah pada akun-akun yang memiliki informasi sensitif. Hal ini menambah lapisan keamanan yang signifikan.
Dalam video yang diperoleh dari OJK juga disarankan untuk mengganti password secara berkala, khususnya untuk akun keuangan. 'Kemudian, ganti password keuanganmu secara berkala untuk mencegah pembobolan,' ujar narator.
Penting juga untuk tidak mendownload aplikasi dari sumber yang tidak resmi, seperti tautan yang tidak dikenal, dan selalu menggunakan platform resmi seperti PlayStore atau AppStore.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: