BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 06 OKTOBER 2025 • 19:40 WIB

PTSD: Trauma yang Menghantui Penderitanya

PTSD: Trauma yang Menghantui PenderitanyaPTSD: Trauma yang Menghantui Penderitanya

PTSD atau Gangguan Stres Pasca Trauma adalah kondisi mental yang dialami banyak orang setelah mengalami peristiwa traumatis. Gejalanya bisa sangat mengganggu, memengaruhi kehidupan sehari-hari penderitanya.

Baca juga: Desta Dorong Tuntutan Rakyat kepada Prabowo di Tengah Kontroversi Pemilu

Meskipun sering diabaikan, penting untuk memahami bahwa PTSD adalah kondisi medis yang nyata. Banyak orang berjuang untuk sembuh, tetapi dukungan dan pemahaman bisa menjadi langkah awal yang signifikan.

Apa Itu PTSD?

PTSD adalah singkatan dari Post-Traumatic Stress Disorder, yang merupakan gangguan kesehatan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis. Peristiwa ini bisa berupa kecelakaan, serangan fisik, bencana alam, atau pengalaman lain yang mengancam jiwa.

Orang yang mengalami PTSD sering mengalami kilas balik, mimpi buruk, dan perasaan cemas yang berlebihan. Ini bukan hanya merasa sedih atau kesal, tetapi bisa mengganggu kemampuan mereka untuk berfungsi sehari-hari.

Gejala PTSD dapat berbeda-beda bagi setiap orang dan dapat muncul segera setelah peristiwa traumatis atau beberapa bulan hingga tahun kemudian. Ini membuat diagnosisnya kadang-kadang rumit, karena banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengalami kondisi ini.

Satu studi menunjukkan bahwa sekitar 8% orang dewasa di AS akan mengembangkan PTSD pada suatu waktu dalam hidup mereka. Sementara di Indonesia, data yang tepat mungkin sulit didapat, tetapi kesadaran akan kondisi ini mulai meningkat.

Gejala dan Dampak PTSD

Gejala PTSD umumnya dikategorikan menjadi beberapa jenis, termasuk re-experiencing, avoidance, dan hyperarousal. Re-experiencing adalah saat individu kembali merasakan atau mengingat peristiwa traumatis, seperti kilas balik atau mimpi buruk.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Avoidance melibatkan penghindaran situasi atau orang yang mengingatkan pada trauma tersebut. Sedangkan hyperarousal membuat individu merasa terus-menerus terjaga, mudah tersinggung, atau stres dalam situasi tertentu.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu yang mengalami PTSD, tetapi juga berpengaruh pada hubungan sosial dan kehidupan pekerjaan mereka. Banyak orang dengan PTSD juga mengalami masalah kesehatan mental lain seperti depresi atau kecemasan.

Dalam jangka panjang, PTSD dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup dan meningkatkan risiko masalah kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mencari bantuan profesional.

Dukungan dan Penanganan PTSD

Penanganan PTSD sering melibatkan terapi psikologis, yang dapat membantu individu memahami dan mengatasi perasaan mereka. Terapi kognitif perilaku adalah salah satu pendekatan yang umum digunakan untuk membantu mengubah pola pikir negatif.

Dukungan dari keluarga dan teman juga sangat penting dalam proses pemulihan. Ketika orang terdekat memberikan dukungan emosional, penderita akan merasa lebih aman dan tidak sendirian dalam perjuangan mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

PTSD: Trauma yang Menghantui Penderitanya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!