BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 19 JUNI 2025 • 03:43 WIB

Fenomena Summer Solstice: Hari Terpanjang di Belahan Bumi Utara

Fenomena Summer Solstice: Hari Terpanjang di Belahan Bumi UtaraGenerated by Journalist AI

tastetrip.id – Pada 21 Juni 2025, Bumi akan mengalami fenomena summer solstice atau titik balik matahari, yang menjadikan hari itu sebagai yang terpanjang dalam setahun di Belahan Bumi Utara. Fenomena ini terjadi ketika salah satu kutub Bumi miring paling dekat dengan matahari, sehingga memberikan lebih banyak sinar matahari ke wilayah utara.

Di Belahan Bumi Selatan, titik balik matahari terjadi pada 21 Desember. Menurut NASA, fenomena ini menjadi momen penting karena memperlihatkan bagaimana kemiringan Bumi memengaruhi jumlah cahaya matahari yang diterima di berbagai belahan dunia.

Apa Itu Solstis?

Solstis atau titik balik matahari menandai awal musim panas dan berlangsung dua kali dalam setahun. Di Belahan Bumi Utara, titik balik matahari musim panas terjadi pada 21 Juni, sedangkan di Belahan Bumi Selatan pada 21 Desember.

NASA menjelaskan bahwa fenomena ini dicirikan oleh kemiringan kutub Bumi yang mengarah langsung ke matahari pada sudut maksimal, sehingga menghasilkan hari terpanjang bagi mereka yang berada di belahan utara.

Saat solstis musim panas, titik paling utara Bumi menjadi lebih dekat dengan matahari, yang menghasilkan lebih banyak sinar matahari di kawasan tersebut.

Pentingnya Solstis dalam Budaya

Meski di Indonesia fenomena ini mungkin tidak dirayakan secara khusus, banyak budaya di seluruh dunia merayakannya dengan beragam tradisi dan festival. Beberapa tempat bahkan menyebut fenomena ini sebagai Midsummer.

Old Farmer’s Almanac mencatat bahwa meskipun titik balik matahari hanya berlangsung beberapa saat, dampaknya cukup signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di negara-negara yang merayakannya.

Perayaan solstis sering kali diisi dengan kegiatan luar ruangan dan festival yang menggambarkan kemeriahan datangnya musim panas.

Faktor Penyebab Solstis

Fenomena solstis terjadi karena Bumi berotasi dengan kemiringan 23,5 derajat pada porosnya. Hal ini memungkinkan Belahan Bumi Utara dan Selatan bergantian dalam memperoleh cahaya dan kehangatan dari sinar matahari sepanjang tahun.

Saat mencapai titik balik matahari, matahari terbit dan terbenam pada posisi paling utara di cakrawala. Sinar matahari bahkan terasa tepat berada di atas kepala saat siang hari.

Kemiringan Bumi yang terjadi inilah yang menyebabkan perbedaan musim, yang pada gilirannya memengaruhi pola cuaca serta kehidupan di berbagai belahan dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags musim
BERITA TERBARU

Fenomena Summer Solstice: Hari Terpanjang di Belahan Bumi Utara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!