BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 24 JUNI 2025 • 04:27 WIB

BPOM Klarifikasi Kontroversi Menu Makan Bergizi di Tangerang Selatan

BPOM Klarifikasi Kontroversi Menu Makan Bergizi di Tangerang SelatanGenerated by Journalist AI

tastetrip.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) memberikan penjelasan terkait kontroversi menu makan bergizi gratis yang kini beralih menjadi camilan di Tangerang Selatan. Dalam kegiatan ini, Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar menekankan pentingnya pengawasan kualitas dan keamanan pangan.

Ia menambahkan bahwa BPOM tidak hanya bertugas memastikan keamanan makanan untuk anak-anak, tetapi juga terlibat dalam evaluasi sumber pangan dan fasilitas dapur penyedia makanan.

Komitmen BPOM dalam Pengawasan Pangan

Prof. Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa mandat BPOM mencakup dua aspek penting: memastikan sumber pangan yang digunakan aman serta mengevaluasi dapur tempat makanan disiapkan. Ia juga menekankan bahwa BPOM telah menjalin koordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional untuk mendukung efektivitas program makanan bergizi.

“Tanggung jawab BPOM mencakup dua hal penting. Pertama, kami dilibatkan dalam memastikan sumber pangan yang digunakan aman dan memenuhi standar. Kedua, kami juga mengevaluasi kelayakan dapur tempat makanan disiapkan,” ujar Taruna.

Menghadapi insiden keracunan makanan, BPOM siap bertanggung jawab dalam mitigasinya. Data terakhir mencatat ada 17 kejadian keracunan di 10 provinsi, namun semuanya kini telah terkendali dan ditangani dengan cepat.

Perubahan Menu dan Fokus Jangka Panjang

Menanggapi perubahan menu makan bergizi menjadi camilan, BPOM meminta publik untuk melihat program ini dalam konteks jangka panjang. Menurut Taruna, pemenuhan gizi tidak bisa dinilai dari satu hari saja, melainkan merupakan proses berkelanjutan.

“Camilan atau bukan, yang penting adalah kandungan gizinya. Pemenuhan gizi tidak bisa dinilai dari satu hari saja. Ini adalah proses berkelanjutan,” jelasnya.

Taruna menegaskan bahwa ketika semua sistem siap, nilai gizi dari camilan ini diharapkan dapat setara dengan makan utama, sehingga pendekatan bertahap penting dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Aspek Inisiatif dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Staf khusus Badan Gizi Nasional (BGN), Redy Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa pergantian menu menjadi camilan merupakan inisiatif dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tingkat daerah. Langkah ini diambil sebagai penyesuaian dengan kondisi libur sekolah.

“Inisiatif ini berasal dari SPPG di Tangerang Selatan. Mereka tetap berkomitmen menyalurkan makanan bergizi meski para siswa sedang libur,” ujarnya. Ia juga mengakui bahwa BGN belum memiliki pedoman khusus terkait pemberian makanan bergizi saat liburan.

Sebagai langkah lanjutan, BGN sedang merancang sistem distribusi makanan bergizi selama periode liburan. “Prinsipnya, asupan gizi tetap tersalurkan meski tidak ada kegiatan belajar di sekolah,” tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

BPOM Klarifikasi Kontroversi Menu Makan Bergizi di Tangerang Selatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!