tastetrip.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan bahwa kemenyan yang dihasilkan Indonesia digunakan sebagai bahan baku oleh parfum-parfum kelas dunia seperti Louis Vuitton dan Gucci. Faktanya, kemenyan dalam negeri masih diekspor dalam bentuk mentah tanpa pemrosesan lebih lanjut, yang menjadi perhatian serius untuk meningkatkan hilirisasi.
Dalam pernyataan terbarunya, Gibran mengajak generasi muda untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang potensi kemenyan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ada peluang besar bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih dalam industri parfum global.
Gibran menjelaskan bahwa beberapa merek parfum terkenal seperti Louis Vuitton dan Gucci menghasilkan produk mereka dari kemenyan lokal. Dengan memanfaatkan bahan baku ini, ada potensi besar bagi Indonesia untuk membuat langkah signifikan di industri parfum dunia.
Pernyataan ini bukan hanya mengejutkan, tetapi juga memberikan harapan bahwa kemenyan dapat menjadi salah satu salah satu komoditas unggulan. Ia juga mengajak kaum muda untuk melakukan penelitian dan pengembangan terkait kemenyan demi masa depan yang lebih cerah.
Gibran menekankan bahwa selama ini Indonesia lebih banyak menjual kemenyan dalam bentuk mentah tanpa adanya proses hilirisasi.
Ibu-ibu yang pakai parfum LV, Gucci, dan lain-lain, itu dari kemenyan. Kita jualnya mentah terus,
katanya, menunjukkan bahwa ada cara pandang yang perlu diubah mengenai kemenyan dan potensi ekonominya.
Hilirisasi kemenyan diharapkan akan memberikan nilai tambah dan mendukung sektor ekonomi yang lebih luas. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari kemenyan akan lebih besar bagi masyarakat lokal.
Gibran menggarisbawahi bahwa hilirisasi tidak hanya berlaku bagi sektor pertambangan tetapi juga komoditas lainnya, termasuk kemenyan. Pemerintah pun berencana meresmikan pusat riset untuk mendukung penelitian dan pengembangan dalam bidang ini.
“Insyaallah tahun ini pusat riset itu akan diresmikan oleh pak presiden,” ungkap Gibran, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: