tastetrip.id – Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan tentang lautan yang berada di bawah permukaan Bumi, yang luasnya diperkirakan jauh lebih besar daripada Samudra Pasifik. Temuan ini memberikan gambaran baru mengenai keberadaan air di dalam Bumi dan dapat mengubah cara kita memahami geologi dan hidrologi.
Selama ini, banyak orang beranggapan bahwa sebagian besar air di Bumi hanya terdapat di lautan yang terlihat. Namun, para ilmuwan kini menemukan bahwa ada jumlah air yang signifikan terperangkap dalam kerak Bumi, dalam bentuk mineral yang mengandung air.
Konsep ‘lautan dalam’ ini merujuk pada jumlah air yang terperangkap dalam batuan mantel Bumi. Penelitian menunjukkan adanya reservoir besar yang sebelumnya tidak dikenal, yang menggambarkan ‘lautan’ yang berada jauh di bawah permukaan.
Para ilmuwan meyakini bahwa sebagian besar air tersebut tersimpan dalam mineral-mineral yang ada di lapisan kerak Bumi. Ini menandakan bahwa jumlah air di dalam Bumi mungkin lebih banyak daripada yang selama ini kita ketahui.
Dalam penelitian ini, tim peneliti menggunakan teknik geofisika serta model komputer untuk menganalisis struktur di dalam Bumi. Mereka mengkaji berbagai mineral yang dapat menyerap dan menyimpan air yang terletak di lapisan yang sangat dalam.
Salah satu penemuan penting adalah jenis mineral bernama ringwoodite, yang diketahui memiliki kemampuan menampung air hingga 1,5% dari volumenya. Dengan informasi ini, para ilmuwan dapat memperkirakan prevalensi air yang ada di dalam Bumi.
Temuan lautan dalam Bumi yang lebih luas dari Samudra Pasifik memiliki dampak signifikan terhadap pemahaman kita tentang siklus air global. Hal ini menunjukkan bahwa Bumi memiliki lebih banyak air daripada yang selama ini kita kira, bahkan di dalam struktur geologisnya.
Dengan semakin jelasnya keberadaan air di dalam Bumi, penelitian selanjutnya dapat membantu menjelaskan proses geologis dan potensi sumber daya air di masa depan yang bisa sangat berharga bagi umat manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: