BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 29 JULI 2025 • 04:30 WIB

Fenomena Belanja Menurun di Tengah Ramainya Pusat Perbelanjaan

tastetrip.id – Data terbaru menunjukkan bahwa meski pusat perbelanjaan ramai dikunjungi, fenomena belanja justru mengalami penurunan. Istilah ‘Rojali’ dan ‘Rohana’ semakin populer untuk menggambarkan pengunjung yang datang tanpa melakukan pembelian.

Berdasarkan informasi Badan Pusat Statistik (BPS), kondisi ini merupakan cerminan tekanan ekonomi yang semakin meluas, terutama pada kalangan kelas menengah. Daya beli masyarakat mengalami penurunan yang tidak hanya berdampak pada masyarakat miskin, tetapi juga merambah ke kalangan menengah.

Fenomena Rojali dan Rohana: Makna di Balik Istilah

Istilah ‘Rojali’, yang merupakan singkatan dari Rombongan Jarang Beli, merujuk pada fenomena yang terjadi ketika masyarakat pergi ke pusat perbelanjaan tetapi tidak melakukan transaksi. Di sisi lain, ‘Rohana’ yang berarti Rombongan Hanya Nanya menggambarkan mereka yang hanya bertanya seputar produk tanpa niat untuk membeli.

Kedua istilah ini menjadi simbol bagi gejala yang lebih luas terkait penurunan daya beli, terutama di kalangan masyarakat kalangan menengah. Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, menyatakan bahwa fenomena ini mencerminkan perlambatan pada segmen masyarakat yang dulu aktif dalam perekonomian.

Data Faktual di Balik Penurunan Konsumsi

Menurut data yang diperoleh dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2025, terdapat penurunan yang signifikan dalam konsumsi rumah tangga. Penurunan ini tidak hanya berdampak pada masyarakat miskin, melainkan juga menyentuh kalangan rentan hingga menengah.

Data tersebut menunjukkan bahwa isu daya beli bukanlah masalah sementara, tetapi telah bersifat struktural. BPS memperingatkan bahwa penurunan daya beli ini dapat berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat di masa depan.

Rekomendasi untuk Pemerintah

Dalam menghadapi situasi ini, BPS merekomendasikan agar pemerintah melakukan perhatian tambahan terhadap ketahanan konsumsi rumah tangga, khususnya bagi kelas menengah ke bawah. Penanganan yang lebih menyeluruh dianggap perlu untuk mencegah dampak negatif lebih lanjut terhadap sektor riil serta stabilitas ekonomi.

Penting bagi pemerintah untuk memastikan ketahanan ekonomi yang inklusif sehingga penurunan daya beli tidak berujung pada peningkatan angka pengangguran dan ketidakstabilan ekonomi secara keseluruhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Belanja Menurun di Tengah Ramainya Pusat Perbelanjaan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!