BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 20 AGUSTUS 2025 • 12:04 WIB

Dampak Video Deepfake terhadap Reputasi Menteri Keuangan Sri Mulyani

Dampak Video Deepfake terhadap Reputasi Menteri Keuangan Sri MulyaniGenerated by Journalist AI

tastetrip.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi korban teknologi AI deepfake yang menyebarkan pernyataan tidak akurat mengenai guru sebagai beban negara. Video yang banyak beredar di media sosial ini menimbulkan perdebatan sengit di kalangan masyarakat.

Sri Mulyani menegaskan bahwa pernyataan dalam video tersebut adalah hasil potongan pidato yang tidak utuh dan ia tidak pernah mengucapkannya. Ia menyampaikan klarifikasi ini melalui akun Instagramnya pada Selasa (19/8) malam.

Asal Usul Video Deepfake

Video yang menampilkan Sri Mulyani menyebut guru sebagai beban negara merupakan pengeditan dari pidatonya pada Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia yang berlangsung di ITB pada 7 Agustus. Pidato tersebut diambil di luar konteks dan diperbanyak menggunakan teknologi deepfake.

Sri Mulyani menjelaskan, “Faktanya, saya tidak pernah menyatakan bahwa Guru sebagai Beban Negara. Video tersebut adalah hasil deepfake dan potongan tidak utuh dari pidato saya.” Pernyataannya ini bertujuan untuk mengklarifikasi kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat.

Respon Publik dan Angka Kritikan

Keberadaan video ini menimbulkan respons negatif dari masyarakat. Publik menginterpretasikan pernyataannya sebagai pertanyaan mengenai apakah gaji guru harus ditanggung negara, yang dianggap memicu kritikan luas.

Dalam video yang viral, Sri Mulyani juga menyatakan, “Banyak di media sosial saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya nggak besar, ini salah satu tantangan bagi keuangan negara.” Pernyataan ini disalahartikan dan digunakan sebagai alat untuk menyerang reputasinya.

Apa Itu Deepfake?

Deepfake merujuk pada teknologi yang menggunakan AI untuk menciptakan video atau audio baru yang tampak realistis, tetapi sebenarnya tidak terjadi di dunia nyata. Istilah ini berasal dari algoritma pembelajaran mendalam yang dapat menghasilkan konten palsu dari individu nyata.

Cristina Lopez, analis senior di Graphika, menjelaskan, “Deepfake adalah rekaman yang dihasilkan oleh komputer yang telah dilatih melalui gambar-gambar yang tak terhitung jumlahnya.” Fenomena ini menyebabkan berbagai masalah, terutama berkaitan dengan penyebaran informasi yang tidak benar.

Deepfake telah mengubah cara media bisa disajikan, sering kali digunakan untuk memproduksi video dengan niat jahat. Hal ini membuat masyarakat harus semakin waspada terhadap konten yang beredar di platform digital.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dampak Video Deepfake terhadap Reputasi Menteri Keuangan Sri Mulyani

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!