Penyakit Arteri Perifer (PAD) adalah kondisi serius yang sering kali tidak disadari oleh banyak orang. Penyakit ini terjadi ketika pembuluh darah yang mengalirkan darah ke kaki mengalami penyempitan atau penyumbatan.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Gejala awal dari PAD dapat muncul dengan perlahan dan diperparah jika tidak mendapatkan perhatian yang tepat. Oleh karena itu, penting bagi individu untuk mengenali tanda-tanda dan pencegahannya.
Apa Itu Penyakit Arteri Perifer?
Penyakit Arteri Perifer adalah kondisi di mana arteri yang mengalirkan darah ke ekstremitas, terutama kaki, mengalami penyempitan atau penyumbatan. Hal ini biasanya disebabkan oleh penumpukan plak, yang terdiri dari lemak dan kolesterol di dinding arteri.
Banyak orang yang mengalami PAD mungkin tidak menyadari bahwa mereka memiliki penyakit ini sampai gejala mulai muncul. Gejala awal sering kali berupa rasa nyeri atau kram saat berjalan yang akan hilang setelah beristirahat.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memburuk, dan kemungkinan besar menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan kaki. Dalam kasus yang parah, PAD dapat berujung pada amputasi.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan untuk Pengguna Apple
Gejala dan Risikonya
Gejala awal dari PAD sering kali berbeda-beda, tetapi umumnya ditandai dengan nyeri atau kram di area kaki atau paha. Nyeri ini biasanya muncul saat beraktivitas, lalu mereda saat beristirahat.
Selain nyeri, gejala lain yang mungkin dialami termasuk kulit kaki yang dingin, perubahan warna kulit, atau luka yang lambat sembuh. Dr. Susan W. F. dari Klinik Jantung Nasional mengingatkan, "Jangan anggap remeh tanda-tanda ini, segera konsultasikan dengan dokter jika muncul gejala."
Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena PAD, antara lain usia, merokok, diabetes, dan hipertensi. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk meminimalisir risiko.
Pencegahan dan Pengobatan
Pencegahan PAD dapat dilakukan dengan mengadopsi gaya hidup sehat, seperti menghindari rokok, mengatur pola makan, dan rutin berolahraga. Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah.
Pengobatan untuk PAD umumnya melibatkan kombinasi perubahan gaya hidup dan pengobatan medis. Jika diperlukan, dokter mungkin merekomendasikan prosedur seperti angioplasti untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat.
Konsultasi dengan dokter adalah langkah penting untuk mereka yang memiliki faktor risiko PAD. Deteksi dini dapat membantu mencegah komplikasi yang jauh lebih serius.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Usai Kerusuhan di Rumah Ahmad Sahroni
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: