Banyak individu terbangun di malam hari akibat kesulitan bernapas tanpa menyadari penyebabnya. Salah satu kemungkinan yang harus diperhatikan adalah sleep apnea, suatu kondisi yang dapat berdampak signifikan pada kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Usai Kerusuhan di Rumah Ahmad Sahroni
Apa Itu Sleep Apnea?
Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan terhentinya pernapasan seseorang atau pernapasan yang terputus-putus selama tidur. Hal ini dapat terjadi berulang kali dalam satu malam dan sering kali membuat penderitanya terbangun tanpa disadari.
Terdapat dua jenis utama sleep apnea, yaitu obstructive sleep apnea (OSA) dan central sleep apnea. OSA terjadi ketika otot tenggorokan menjadi terlalu rileks, sedangkan central sleep apnea disebabkan oleh masalah pada sistem saraf yang mengatur pernapasan.
Siapa pun dapat mengalami kondisi ini, namun lebih umum terjadi pada pria yang overweight. Risiko tambahan termasuk usia lanjut, riwayat keluarga, dan kebiasaan merokok.
Gejala Sleep Apnea
Gejala utama sleep apnea mencakup terbangun dengan kesulitan bernapas atau suara yang keras saat tidur. Banyak penderita juga merasa lelah walaupun waktu tidur yang telah mereka dapatkan cukup.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain
Gejala lainnya termasuk mendengkur dengan suara keras, sering terbangun untuk buang air di malam hari, serta kesulitan dalam berkonsentrasi pada siang hari. Meskipun sering dianggap remeh, keluhan-keluhan ini dapat sangat mengganggu aktiviti sehari-hari.
Menyadari dan memahami tanda-tanda tersebut sangat penting agar dapat berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis yang tepat. Jika tidak ditangani, sleep apnea dapat mengakibatkan komplikasi serius seperti hipertensi dan gangguan jantung.
Penanganan Sleep Apnea
Penanganan sleep apnea bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan jenis gangguannya. Salah satu metode umum yang digunakan adalah CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), yang berfungsi menjaga saluran napas tetap terbuka saat tidur.
Selain terapi CPAP, perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan, berhenti merokok, dan menghindari konsumsi alkohol dapat berkontribusi dalam mengurangi intensitas gejala. Pada beberapa kasus, intervensi bedah dapat direkomendasikan untuk memperbaiki anatomi saluran pernapasan.
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur sangat penting bagi individu yang mengalami masalah tidur. Dengan penanganan yang tepat, kualitas tidur serta kesehatan keseluruhan dapat meningkat secara signifikan.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal bagi Pemula untuk Memulai Kebiasaan Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: