Keluhan warga Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan mengenai kebisingan lapangan padel semakin memuncak. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan akan mengambil langkah tegas pekan depan untuk menangani masalah ini.
Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Inovasi atau Tantangan?
Di sisi lain, kegiatan lapangan tersebut diketahui tidak memiliki izin lengkap, sehingga menambah keluhan dari masyarakat. Langkah nyata akan segera diterapkan untuk menanggapi situasi yang telah disampaikan oleh warga.
Keluhan Masyarakat Terhadap Kebisingan
Sejak lapangan padel beroperasi, warga sekitar merasakan dampak negatif dari kebisingan yang ditimbulkan. Naufal, seorang warga, mengungkapkan bahwa kebisingan berlangsung dari pagi hingga larut malam, yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Aku tuh tadinya November satu laporan, Desember satu laporan, Januari sama Februari itu seminggu tiga kali laporan aku lewat JAKI gitu," ujar Naufal. Ia menambahkan bahwa meski telah berusaha mediasi dengan pihak pengelola, tidak ada hasil yang memuaskan.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Usai Kerusuhan di Rumah Ahmad Sahroni
Dampak Kebisingan Terhadap Kesehatan
Dampak kebisingan tidak hanya dirasakan oleh Naufal, tetapi juga oleh anggota keluarganya. Ia menjelaskan, "Di lingkungannya, ada tiga rumah di antaranya diisi oleh orang tua, adik, hingga neneknya yang berusia 90 tahun."
Naufal juga mengungkapkan bahwa ibunya mengalami kenaikan tensi akibat kebisingan, "Maksudnya itu bukan feeling gitu, beneran bisa diukur tensinya dia 200," tambahnya. Ini menegaskan bahwa kebisingan dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius.
Tanggapan dari Pengelola Lapangan
Menanggapi keluhan tersebut, pengelola lapangan padel, PT Kreasi Arena Indonesia, memberikan tanggapan. Fajar Ediputra, perwakilan dari perusahaan, menjelaskan langkah yang akan diambil untuk mengurangi dampak kebisingan.
"Kami akan memperkuat dinding kami supaya suara-suara yang dihasilkan dari lapangan padel itu bisa teredam di dalam tidak mengganggu apa yang ada di luar," ungkapnya. Perusahaan berencana memasang peredam suara dan membatasi jam operasional selama bulan puasa.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua Terhadap Psikologi Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: